Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Kasus Covid-19 Global Tembus 14 Juta

Sabtu 18 Jul 2020 17:49 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih

 Seorang petugas kesehatan mengambil sampel usap hidung untuk tes COVID-19 di pos pemeriksaan yang didirikan untuk menyaring orang-orang yang datang dari luar kota, di Ahmedabad, India, Jumat (17/7/2020).

Seorang petugas kesehatan mengambil sampel usap hidung untuk tes COVID-19 di pos pemeriksaan yang didirikan untuk menyaring orang-orang yang datang dari luar kota, di Ahmedabad, India, Jumat (17/7/2020).

Foto: AP / Ajit Solanki
Kasus Covid-19 global telah menembus angka 14 juta pada Sabtu (18/7)

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Kasus Covid-19 global telah menembus angka 14 juta pada Sabtu (18/7). Sementara total kematian akibat pandemi nyaris mencapai 600 ribu jiwa.

Mengutip data yang dihimpun Worldometers, jumlah kasus Covid-19 global saat ini adalah 14.211.652 dengan 599.827 kematian. Kenaikan satu juta kasus terjadi hanya dalam tempo empat hari.

Amerika Serikat masih menjadi negara dengan kasus corona tertinggi di dunia. Negeri Paman Sam memiliki lebih dari 3,7 juta kasus dengan 142.065 kematian.

Brasil menempati posisi kedua dengan total 2.048.697 kasus dan 77.932 kematian. India menduduki urutan ketiga dengan 1.040.948 kasus dan 26.295 kematian. Posisi keempat ditempati Rusia dengan 765.437 kasus dan 12.247 kematian.

Peru menempati urutan kelima dengan 345.537 kasus dan 12.799 kematian. Berdasarkan data yang dihimpun Worldometers jumlah pasien global yang berhasil pulih dari Covid-19 mencapai 8.484.743 orang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa pandemi Covid-19 dapat semakin memburuk. Hal itu dapat terjadi jika negara-negara tak mematuhi protokol pencegahan penularan virus.

"Biarkan saya berterus terang, terlalu banyak negara menuju ke arah yang salah, virus tetap menjadi musuh publik nomor satu. Jika dasar-dasar tidak diikuti, pandemi akan terus berlangsung, ia akan menjadi semakin buruk," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Senin (13/7).

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA