Jumat 17 Jul 2020 23:08 WIB

SD Sukasono 3 Garut Disiapkan Jadi Sekolah Percontohan AKB

Persiapan yang ditinjau memastikan ketersediaan air bersih untuk aktivitas sekolah

Rep: Bayu Adji P/ Red: Andi Nur Aminah
Guna mencegah penularan virus COVID-19 memasuki era kenormalan baru (new normal), sekolah ini menerapkan protokol kesehatan ketat.
Foto: Destyan Sujarwoko/ANTARA FOTO
Guna mencegah penularan virus COVID-19 memasuki era kenormalan baru (new normal), sekolah ini menerapkan protokol kesehatan ketat.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Wakil Bupati Garut Helmi Budiman meninjau langsung kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukasono 3 di Desa Sukasono, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut. Tujuan peninjauan untuk mengecek persiapan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB). SDN Sukasono 3 akan disiapkan menjadi sekolah percontohan pada masa AKB.

Persiapan yang ditinjau memastikan ketersediaan air bersih untuk aktivitas sekolah. Karenanya, di sekolah itu dibuatkan sumur bor agar air bersih dapat disalurkan dengan maksimal. 

Baca Juga

“Kalau sekolah tetap tidak berhenti, ya tatap muka yang kemungkinan bulan Januari atau Desember. Oleh karena itu kita mempersiapkan dari sekarang, agar sarana prasarana new normal dalam rangka belajar dengan protokol kesehatan,” kata Helmi melalui keterangan tertulisnya, Jumat (17/7).

Ia mengatakan, anak didik juga harus terus dibiasakan mencuci tangan pakai sabun dan air. Namun, saat ini masih terdapat sekolah yang tak memiliki ketersediaan air bersih yang cukup di Kabupaten Garut. "Kadang-kadang (sekolah) ngambil dari tetangga, sekarang kita upayakan agar mempunyai sumber yang tetap," kata dia.

Menurut dia, ketersediaan pasokan air bersih sangat penting untuk keperluan sanitasi yang sehat. Karena itu, ia ingin sekolah-sekolah di Garut dilengkapi dengan sumur mandiri.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya akan terus mengecek ke lapangan untuk memastikan sekolah memiliki sumber air. “Termen pertama kita siapkan 100 titik pengeboran, SMP 50 titik dan SD 50 titik,” ujar dia.

Selain meninjau ketersediaan air bersih, Helmi juga memastikan sekolah tersebut memiliki kesiapan, baik kebiasaan memakai masker maupun sarana lain yang diperlukan jika proses pembelajaran tatap muka akan dilakukan, seperti thermo gun (pengukur suhu tubuh) dan lainnya. Ia mengatakan, jika nanti sekolah kembali beroperasi, protokol kesehatan tetap harus diperhatikan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement