Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Gibran Berpotensi Lawan Kotak Kosong di Pilwakot Solo 2020

Jumat 17 Jul 2020 21:05 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Nur Aini

Bakal calon Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka memberikan keterangan kepada Wartawan saat berada di kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2020). Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa resmi mendapat rekomendasi PDI Perjuangan untuk maju sebagai bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo pada Pilkada serentak Desember mendatang.

Bakal calon Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka memberikan keterangan kepada Wartawan saat berada di kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2020). Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa resmi mendapat rekomendasi PDI Perjuangan untuk maju sebagai bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo pada Pilkada serentak Desember mendatang.

Foto: Antara/Mohammad Ayudha
Gibran tanpa lawan kemungkinan terjadi karena hanya PKS yang belum dukung

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, berpotensi melawan kotak kosong dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Solo 2020 yang rencananya digelar 9 Desember mendatang.

Gibran telah resmi mendapatkan rekomendasi sebagai Calon Wali Kota Solo dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Gibran dipasangkan dengan anggota DPRD Kota Solo yang juga Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo, Teguh Prakosa.

Sebelum rekomendasi PDIP kepada Gibran turun, Partai Golkar, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan Partai Gerindra telah menyatakan dukungan terhadap Gibran. Sedangkan, Partai Amanat Nasional (PAN) masih menunggu pengumuman rekomendasi PDIP.

Baca Juga

DPD PAN Kota Solo kini menyatakan sikap mendukung Gibran maju sebagai calon wali kota setelah pengumuman rekomendasi dari DPP PDIP pada Jumat (17/7). Artinya, tinggal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menjadi satu-satunya partai yang belum menentukan sikap dalam Pilkada 2020.

Sebelumnya, PKS berniat mengajukan calon wali kota dan wakil wali kota untuk melawan calon PDIP. Namun, kini PKS justru ditinggal sendirian. PKS memiliki lima kursi di DPRD Solo, sehingga masih membutuhkan tambahan empat kursi untuk mengajukan calon kepala daerah sendiri.

PKS membidik PAN dan Partai Gerindra yang masing-masing memiliki tiga kursi untuk berkoalisi. Namun, Partai Gerindra sejak awal sudah menyatakan dukungan kepada Gibran Rakabuming Raka.

Ketua DPD PKS Solo, Abdul Ghofar Ismail, mengatakan, PKS berencana melakukan lobi dengan PAN yang punya tiga kursi sehingga tinggal mencari satu kursi lagi.

"Sejak awal kami penginnya sebagai pemenang kedua kami penginnya melawan, artinya istilahnya kita di Solo jangan sampai demokrasinya dengan kotak kosong. Ngisin-ngisini (malu-maluin)," kata Abdul Ghofar kepada wartawan, Jumat (17/7).

Namun, setelah kabar rekomendasi PDIP turun kepada Gibran, PKS sudah menyusun rencana untuk mengusung Achmad Purnomo dengan harapan PAN bersedia karena Purnomo pernah maju lewat PAN.

Abdul Ghofar menyebut, PKS pernah melakukan survei terhadap kekuatan Purnomo dan Gibran dalam memenangi Pilkada Solo. Hasilnya, Purnomo lebih kuat dari Gibran.

Rencananya, PKS bertemu dengan Ketua DPD PAN Ahmad Sapari untuk membahas hal tersebut pada Jumat siang. Namun ternyata PAN terlebih dahulu mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa.

"Berarti ada Gibran sama kotak kosong. Masih ada pilihan berarti," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Ahmad Sapari, mengumumkan keputusan partainya dalam mendukung Gibran pada Jumat didampingi Sekretaris DPW PAN Jateng Umar Hasyim.

"Hari ini, dengan Pak Umar dari DPW, saya menindaklanjuti kondisi Pilkada Surakarta, saya dan Pak Umar dapat perintah dari DPP supaya mengusung saudara Gibran sebagai calon wali kota Solo dan saudara Teguh sebagai calon wakil wali kota Solo untuk Pilkada 2020," ujarnya. kepada wartawan.

Dengan demikian, masyarakat tinggal memilih karena kemungkinan besar Gibran-Teguh akan melawan kota kosong. "Berarti Gibran-Teguh kemungkinan lawan kotak kosong, ya berarti kita masih punya pilihan selain calon dari PDIP," ucapnya.

Ahmad Sapari juga mengaku sempat dihubungi PKS untuk diajak berkoalisi. Namun, PAN memilih realistis dalam menghadapi Pilkada 2020. Sebab, Gerindra, PSI dan Golkar sudah mendukung Gibran.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA