Sunday, 3 Jumadil Awwal 1444 / 27 November 2022

Lima Kecamatan di Belitung Rawan Karhutla

Jumat 17 Jul 2020 09:51 WIB

Red: Agus raharjo

Relawan mencoba memadamkan api ketika simulasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru, Riau, Kamis (30/1/2020). (Ilustrasi)

Relawan mencoba memadamkan api ketika simulasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru, Riau, Kamis (30/1/2020). (Ilustrasi)

Foto: Antara/Rony Muharrman
Masyarakat diimbau tak menyalakan api untuk membuka lahan.

REPUBLIKA.CO.ID, BELITUNG--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat lima kecamatan di daerah itu rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ketika musim kemarau tiba.

                               

Baca Juga

"Berdasarkan apa yang pernah terjadi di seluruh wilayah kecamatan di Belitung ini memang memiliki potensi terjadinya karhutla," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Belitung, Hendri Suzanto di Tanjung Pandan, Kamis (16/7).

                               

Menurut dia, Belitung memiliki potensi terjadinya bencana karhutla yang cukup tinggi. Sebab, mayoritas hutan di wilayah itu merupakan hutan tropis. "Di Belitung masih banyak hutan lindung dan hutan produksi di wilayah perbatasan kecamatan sehingga memang rawan terjadinya kebakaran," ujarnya.

                               

Selain itu, kata Hendri, pihaknya juga telah memetakan potensi kebakaran lahan gambut di sejumlah di Kabupaten Belitung. "Lahan gambut memang rawan kebakaran sehingga penanganannya tidak bisa hanya mengandalkan kerja cepat tapi juga harus teliti karena biasanya lahan gambut atasnya tenang tapi bawahnya terbakar," katanya.

                               

Untuk itu, ia mengajak partisipasi masyarakat dalam mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan dikarenakan musim kemarau diperkirakan akan berlangsung selama empat bulan ke depan. "Kami mengimbau masyarakat apabila yang ingin membuka lahan berkebun jangan menghidupkan api, kemudian ditinggalkan," ujar Hendri.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA