Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

IDI Diminta Advokasi Lindungi Masyarakat Rentan Covid-19

Jumat 17 Jul 2020 09:15 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati / Red: Agus Yulianto

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Foto: ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA
Kepatuhan dan pendisiplinan masyarakat menjadi kunci dalam penanganan Covid-19. 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Angka kematian atau fatalitas akibat virus corona SARS-CoV2 (Covid-19) di Jawa Timur merupakan yang tertinggi secara nasional. Karena itu, semua pihak termasuk Ikatan Dokter Indonesia (IDI) diminta untuk advokasi melindungi masyarakat yang rentan terinfeksi virus ini.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, perlu komitmen dan kerja sama dari semua pihak untuk dapat menekan angka penyebaran Covid-19. Termasuk mencegah angka kematian akibat virus tersebut.

"Kita tidak bisa mengatasi Covid-19 ini hanya sendiri, tetapi harus melibatkan semua pihak. Oleh karena itu, IDI (Ikatan Dokter Indonesia) agar bisa memberikan advokasi besar-besaran terutama untuk melindungi mereka yang rentan," ujarnya saat memimpin Rapat Koordinasi bersama IDI di Surabaya, Jawa Timur, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Kamis (16/7).

Dia mengatakan, banyak diantara kasus kematian nakes akibat Covid-19 disebabkan acuh terhadap kepatuhan dalam menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar operasional prosedur (SOP). Sementara, mungkin saja mereka berkontak dengan pengunjung fasilitas kesehatan yang tidak diketahui telah terpapar virus tersebut.

"Persoalannya saat ini bukan lagi tidak ada APD, tapi kepatuhan dokter dan nakes untuk menggunakan APD secara optimal sesuai standar. Ini yang juga harus diperhatikan betul aga jangan sampai kita kehilangan lagi," katanya.

Muhadjir juga menyebut ,tingginya fatalitas pada penderita penyakit penyerta (komorbid) seperti hipertensi, jantung, dan diabetes harus diwaspadai. Oleh karenanya, ia menegaskan perlu sosialisasi kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan demi menjaga mereka yang rentan termasuk para lansia agar tidak terpapar.

"Kepatuhan dan pendisiplinan masyarakat menjadi kunci dalam penanganan Covid-19. Di Jatim ini saya rasa masih bisa ditingkatkan keterlibatan dokter untuk ikut menyosialisasikan kepada masyarakat," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, IDI dan juga Tim Gugus Tugas Daerah dari Jawa Timur mengutarakan komitmen untuk lebih memperkuat upaya pencegahan penyebaran Covid-19 termasuk menurunkan angka kematian.

Ketua Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo sekaligus meminta agar pendistribusian alat kesehatan dan juga APD seperti masker dapat dilakukan segera. Hal itu nantinya akan dikoordinasikan langsung oleh Pangkogabwilhan III Jawa Timur.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA