Thursday, 16 Zulhijjah 1441 / 06 August 2020

Thursday, 16 Zulhijjah 1441 / 06 August 2020

Malu, Ibu Buang Bayi yang Lahir di Luar Pernikahan

Kamis 16 Jul 2020 20:49 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Bayi yang baru dilahirkan (ilustrasi).

Bayi yang baru dilahirkan (ilustrasi).

Foto: Pixabay
Bayi yang dilahirkan di toilet ditemukan dalam kondisi meninggal di Tasikmalaya.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Kepolisian Resor (Polres) Tasikmalaya menangkap seorang ibu yang membuang bayinya beberapa saat setelah dilahirkan di Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. "Hasil pendalaman terungkap satu tersangka yang merupakan ibunya," kata Kapolres Tasikmalaya, AKBP Hendria Lesmana saat jumpa pers di Tasikmalaya, Kamis (16/7).

Dia menuturkan, kasus itu terungkap ketika warga yang sedang berburu menemukan bayi laki-laki di Desa Cibungur, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (15/7). Polisi, lanjut dia, melakukan olah tempat kejadian perkara hingga akhirnya mengarah ke salah seorang tersangka yakni inisial AN (20), kemudian tersangka dibawa ke markas Polres Tasikmalaya untuk menjalani pemeriksaan hukum lebih lanjut.

"Setelah ditelusuri mengarah kepada pelaku yang membuang bayi, diketahui bayi itu sudah dalam keadaan meninggal dunia saat dibuang pelaku," kata Hendria.

Dia mengungkapkan, pengakuan tersangka melahirkan di toilet tempatnya bekerja di Kecamatan Salopa, Senin (13/7) kemudian bayinya sengaja dibuang di Kecamatan Parungponteng. Alasan tersangka, kata Hendria, karena malu, sebab anaknya yang dilahirkan itu merupakan hasil hubungan di luar pernikahan bersama kekasihnya. "Untuk kekasihnya belum diamankan, masih dalam pendalaman dan penyelidikan," katanya.

Akibat perbuatannya itu, tersangka kini harus mendekam di tahanan Polres Tasikmalaya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Tersangka diancam dengan pasal berlapis yakni Pasal 80 dan Pasal 76c Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 juncto Pasal 341 KUHP juncto Pasal 348 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun penjara. "Tersangka dijerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," kata Hendria.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA