Wednesday, 15 Zulhijjah 1441 / 05 August 2020

Wednesday, 15 Zulhijjah 1441 / 05 August 2020

Palestina Siap Lanjutkan Perundingan Damai dengan Israel

Kamis 16 Jul 2020 20:07 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Ilustrasi Bendera Israel dan Palestina

Ilustrasi Bendera Israel dan Palestina

Palestina mengajukan syarat untuk berunding damai dengan Israel

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH — Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan dia siap melanjutkan kembali perundingan perdamaian yang macet dengan Israel. Namun, Israel harus terlebih dulu menghentikan rencana mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat. 

Baca Juga

Dilaporkan laman Asharq Al-Awsat, Kamis (16/7), hal itu disampaikan Abbas saat melakukan percakapan via telepon dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Abbas menyampaikan kepada Johnson bahwa perundingan lanjutan harus didasarkan pada resolusi internasional dan mediasi Kuartet Internasional, yakni Amerika Serikat (AS), Rusia, Uni Eropa, dan PBB. 

Pada kesempatan itu, Abbas turut mengapresiasi posisi Inggris yang mendukung penyelesaian konflik Israel-Palestina melalui solusi dua negara. Abbas pun memuji Negeri Ratu Elizabeth karena menolak rencana pencaplokan Tepi Barat. 

Johnson menegaskan kembali komitmen Inggris terhadap solusi dua negara dan implementasi resolusi PBB. Inggris, kata dia, tetap menolak rencana Israel mencaplok tanah Palestina. 

Awal bulan ini, dalam sebuah opini untuk surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth, Johnsonmemperingatkan pencaplokan Tepi Barat ilegal karena melanggar hukum internasional. Di sisi lain, langkah itu membahayakan hubungan Israel dengan dunia Arab dan Muslim. 

"Saya sangat berharap agar pencaplokan tidak berlanjut. Jika itu terjadi, Inggris tidak akan mengakui perubahan pada garis 1967, kecuali yang disepakati antara kedua belah pihak (Israel-Palestina)," tulis Johnson. 

Dalam perang Timur Tengah 1967, Israel merebut Tepi Barat dari Yordania. Masyarakat internasional menganggap lebih dari 210 pemukiman Israel di sana ilegal.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA