Wednesday, 15 Zulhijjah 1441 / 05 August 2020

Wednesday, 15 Zulhijjah 1441 / 05 August 2020

Studi Sebut Kematian Pasien COvid di ICU Menurun

Kamis 16 Jul 2020 19:37 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

 Para pembeli yang mengenakan masker berjalan di sepanjang Oxford Street di London, Selasa, 14 Juli 2020. Pemerintah Inggris menuntut orang-orang mengenakan masker di toko-toko karena mereka berusaha mengklarifikasi pesannya setelah berminggu-minggu dicegah di tengah pandemi COVID-19.

Para pembeli yang mengenakan masker berjalan di sepanjang Oxford Street di London, Selasa, 14 Juli 2020. Pemerintah Inggris menuntut orang-orang mengenakan masker di toko-toko karena mereka berusaha mengklarifikasi pesannya setelah berminggu-minggu dicegah di tengah pandemi COVID-19.

Foto: AP / Frank Augstein
Kematian di ICU turun dari 60 persen menajdi 42 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tingkat kematian pasien COVID-19 di unit perawatan intensif (ICU) menurun sekitar sepertiga sejak awal pandemi. Menurut studi, hal ini disebabkanberkat perawatan rumah sakit yang lebih baik.

Analisis global menyangkut 24 studi pengamatan COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona jenis baru, dipublikasi pada Rabu (15/7) di jurnal Anaesthesia.

Penelitian, yang dipimpin oleh Profesor Tim Cook pada Royal United Hospitals Bath Inggris, menemukan bahwa secara keseluruhan tingkat kematian pasien COVID-19 di unit perawatan intensif (ICU) turun dari hampir 60 persen sejak akhir Maret menjadi 42 persen pada akhir Mei. Angka tersebut tidak terlalu berbeda dengan di Eropa, Asia dan Amerika Utara.

Penulis studi menyuguhkan sejumlah penjelasan, termasuk pemahaman cepat yang berlangsung pada skala global karena publikasi yang cepat dari laporan klinis pada awal pandemi. Hasil studi juga menunjukkan bahwa ICU rumah sakit mungkin sangat kewalahan pada awal pandemi.

Para dokter melaporkan kemajuan dalam mempelajari virus berguna agar pemahaman yang lebih baik dalam mengatasi masalah-masalah utama yang dialami banyak pasien. Namun, laporan itu menyebutkan bahwa masih banyak tugas yang perlu dilakukan dalam mengembangkan pengobatan dan vaksin pencegahan.

Para peneliti menyebutkan temuan mereka dapat mencerminkan waktu tinggal di ICU seperti yang tercakup di data tersebut. Mereka mencatat bahwa hampir sepertiga pasien ICU di Inggris dirawat selama lebih dari 28 hari dan sembilan persen selama 42 hari lebih.

Penulis menekankan bahwa tingkat kematian COVID-19 saat ini berada pada kisaran 40 persen. Angka ini masih jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 22 persen untuk penyakit pneumonia lainnya.

Baca Juga

sumber : antara/reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA