Kamis 16 Jul 2020 15:50 WIB

Amartha Targetkan Pendanaan ke 150 Ribu Pelaku usaha Mikro

Semester II tahun ini, Amartha menargetkan pembiayaan lebih dari 150.000 UMKM

Brand Manager PT Amartha Mikro Fintek Lydia M Kusnadi memperlihatkan aplikasi amartha.com saat sosialisasi Investasi UMKM Perempuan Pedesaan, di Medan, Sumatera Utara, Selasa (20/3).
Foto: Antara/Septianda Perdana
Brand Manager PT Amartha Mikro Fintek Lydia M Kusnadi memperlihatkan aplikasi amartha.com saat sosialisasi Investasi UMKM Perempuan Pedesaan, di Medan, Sumatera Utara, Selasa (20/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) pionir fintech peer to peer lending yang berfokus pada pemberdayaan perempuan pengusaha mikro di desa, pada Semester I/2020 mencatatkan penyaluran sebesar Rp 645 Miliar kepada 168,125 pengusaha mikro, dengan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB 90) mencapai 98,97 persen. Andi Taufan Garuda Putra, Pendiri dan CEO Amartha mengatakan, “Penyaluran Amartha pada Semester I/2020 tumbuh 43,87 persen dibandingkan dengan penyaluran pada Semester I/2019, karena dipengaruhi oleh ekspansi bisnis Amartha ke wilayah Sumatera dan Sulawesi. Secara general, terjadi penurunan pendanaan hingga 60 persen pada April hingga Mei 2020 akibat pandemi Covid-19. Namun, telah meningkat signifikan pada Juni hingga saat ini," katanya.

Amartha telah menerapkan kebijakan pendanaan berdasarkan pemetaan daerah dan jenis usaha. Amartha memperketat credit approval dan disbursement berdasarkan wilayah persebaran covid-19, dimana kebijakan no approval dan 100 persen reject bagi wilayah zona merah, memberlakukan kebijakan titip bayar (tidak perkumpulan majelis) bagi wilayah zona kuning dan kebijakan penyaluran pendanaan hanya kepada Mitra bagi wilayah zona hijau. Serta, mem- blacklist usaha memiliki ketergantungan terhadap kondisi normal sebelum pandemi Covid-19.

Andi Taufan menambahkan, “Pada semester II/2020, Amartha akan menargetkan penyaluran pendanaan usaha pada lebih dari 150,000 pelaku UMKM. Sebagian besar pendanaan akan disalurkan kepada pengusaha mikro di sektor ekonomi informal, seperti pedagang kebutuhan pokok, pedagang sembako dan pedagang makanan. Sektor perdagangan yang dijalankan Mitra Amartha di desa, menjadi sektor yang tangguh dalam pandemi Covid-19 karena menjajakan dagangan yang bersifat primer dan jangkauan usahanya yang berada dalam lingkup kecil pedesaan”.

Prospek pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sangat menjanjikan. Beberapa bulan ini perekonomian di desa tetap tangguh karena resilience atau daya juang yang mereka miliki. Amartha berkomitmen untuk terus menyalurkan pendanaan kepada sektor yang tangguh bertahan dalam situasi pandemi Covid-19, agar UMKM dapat segera bangkit, beradaptasi, dan tumbuh lebih besar.

Tentang Amartha

PT Amartha Mikro Fintek atau Amartha didirikan pada 2010 sebagai Lembaga Keuangan Mikro. Pada tahun 2016 Amartha bertransformasi menjadi perusahaan teknologi finansial terpercaya yang kini telah memiliki izin usaha dan di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan.

Amartha memiliki visi untuk mewujudkan kesejahteraan merata bagi kita, Indonesia. Dimulai dengan layanan peer to peer lending, Amartha menghubungkan pendana di kota dengan para perempuan pelaku usaha mikro di desa melalui teknologi.

Amartha memberikan akses, layanan dan edukasi keuangan kepada perempuan perempuan tangguh pengusaha mikro yang merupakan penggerak ekonomi bangsa. Lebih dari Rp 2,45 Triliun modal usaha dari pendana telah Amartha salurkan kepada lebih dari 512 ribu mitra usaha perempuan di 15 ribu desa di Indonesia. Pendana Amartha pun mendapatkan keamanan dengan implementasi upaya sistem tanggung renteng, meraih imbal hasil hingga 15 persen per tahun, dan menciptakan dampak sosial yang nyata di masyarakat.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement