Saturday, 18 Zulhijjah 1441 / 08 August 2020

Saturday, 18 Zulhijjah 1441 / 08 August 2020

Pertamina EP dan PGN Kerja Sama Recovery CPP Gundih

Kamis 16 Jul 2020 08:03 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Petugas PT PGN, Tbk menyalurkan gas bumi dalam bentuk Compressed Natural Gas(gas alam yang dikompresi) menggunakan teknologi GTM (Gas Transportation Module) atau Gaslink Truck untuk menyuplai Jargas Rumah Tangga di wilayah Semarang, Jawa Tengah, Kamis (16/4/2020). Pascagangguan pasokan dari Central Processing Plant (CPP) area Blok Gundih Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) ada Kamis (9/4/2020) lalu, PT PGN Tbk mengerahkan Gaslink Truck guna memastikan suplai jaringan gas di Kota Semarang dan Kabupaten Blora aman

Petugas PT PGN, Tbk menyalurkan gas bumi dalam bentuk Compressed Natural Gas(gas alam yang dikompresi) menggunakan teknologi GTM (Gas Transportation Module) atau Gaslink Truck untuk menyuplai Jargas Rumah Tangga di wilayah Semarang, Jawa Tengah, Kamis (16/4/2020). Pascagangguan pasokan dari Central Processing Plant (CPP) area Blok Gundih Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) ada Kamis (9/4/2020) lalu, PT PGN Tbk mengerahkan Gaslink Truck guna memastikan suplai jaringan gas di Kota Semarang dan Kabupaten Blora aman

Foto: Antara/Aji Styawan
Kerja sama PGN dan Pertamina EP berupa penyaluran sales Gas Jargas Semarang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Manajemen PT Pertamina EP Asset 4 Cepu Field terus berupaya memberikan layanan terbaik kepada pelanggan gas, terutama pada saat kondisi Recovery CPP Gundih pasca kebakaran beberapa bulan lalu.

"Dalam rangka menjaga kepuasan pelanggan selama Proses Recovery CPP Gundih, kami lakukan upaya Sinergi bersama PGN Area Semarang agar konsumen tetap terlayani dengan baik", ujar Cepu Field Manager, Afwan Daroni, Kamis (16/7).

Upaya sinergi tersebut dilakukan melalui mekanisme Penyaluran Sales Gas Jargas Semarang, dimana terhitung mulai jumat, (10/07) yang lalu telah dilakukan penyaluran sales gas Jargas Semarang.

Sales gas tersebut menggunakan gas pipa line pack PT SPP dengan diameter 20 inch dan panjang 123 KM dimana volume gas pada line pack tersebut dapat digunakan untuk Jargas Semarang selama +/- 4 Bulan.

"Penyaluran sales gas ke Jargas Semarang pada saat recovery CPP Gundih merupakan bentuk nyata dalam sinergi PEP - SPP - PGN (Jargas Semarang) dalam menangkap peluang ruang improvement sehingga dapat mengoptimalkan pola operasi yang ada. Kedepan pola operasi ini dapat digunakan kembali pada saat CPP Gundih melakukan Turnaround (TA)", ungkap Cepu Field Manager, Afwan Daroni. 

Penyaluran sales gas Jargas Semarang pada saat recovery CPP Gundih merupakan bentuk sinergi kerjasama antara PEP – PGN – SPP yang diawali dari komunikasi & diskusi yang kemudian dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan dengan ijin dan pengawasan dari SKK Migas. 

Lebih lanjut, Afwan menambahkan bahwa volume penggunaan sales gas Jargas Semarang sebesar 0.04 MMSCFD atau 44 MMBTUD melayani 1.800 sambungan rumah dan akan terdapat tambahan sekitar 6.000 sambungan rumah dalam waktu dekat. 

"Pada awal recovery CPP Gundih, supply sales gas Jargas Semarang menggunakan Compressed Natural Gas (CNG) Mobile. Dan sekarang dengan menggunakan gas pipa linepack, yang memberikan beberapa manfaat dibanding dengan penggunaan CNG Mobile antara lain yaitu kehandalan penyaluran sales gas lebih terjamin karena tidak ada potensi keterlambatan pengiriman CNG dan penghematan biaya dari CNG sebesar 14 dolar per MMBTU menjadi biaya sales gas line pack sebesar 4,7 dolar per MMBTU", jelas Afwan.

Sementara itu, Sales Area Head PGN Semarang, Heri Frastiono menyatakan dukungannya terhadap langkah sinergi yang dijalankan bersama Pertamina EP. 

“Kami sangat menyambut baik penyaluran sales gas Jargas Semarang menggunakan gas linepack. Dan harapan kami pola operasi seperti ini dapat diterapkan kembali pada momen seperti Turnaround (TA) CPP Gundih pada masa mendatang”, ujar Heri Frastiono selaku Sales Area Head PGN Semarang.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA