Monday, 20 Zulhijjah 1441 / 10 August 2020

Monday, 20 Zulhijjah 1441 / 10 August 2020

Turki dan Israel Mesra, Mungkinkah Erdogan Bebaskan Al-Aqsa?

Kamis 16 Jul 2020 05:53 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Turki dan Israel mempunyai hubungan diplomasi dan perdagangan erat. Bendera Turki di jembatan Martir, Turki

Turki dan Israel mempunyai hubungan diplomasi dan perdagangan erat. Bendera Turki di jembatan Martir, Turki

Foto: AP
Turki dan Israel mempunyai hubungan diplomasi dan perdagangan erat.

REPUBLIKA.CO.ID, Beberapa saat setelah Pengadilan Turki menyatakan konversi Hagia Sophia menjadi masjid, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersumpah untuk membebaskan Masjid Al-Aqsa. “Kebangkitan Hagia Sophia menandai pembebasan Masjid Al-Aqsa.” Ini sebagaimana dikutip dari  situs web Kepresidenan Turki. 

"Kebangkitan Hagia Sophia adalah batu loncatan umat Islam di seluruh dunia yang akan datang...kebangkitan Hagia Sophia adalah kebangkitan api harapan umat Islam dan semua yang tertindas, terzalimi, teraniaya dan dieksploitasi." Benarkah Erdogan mempunyai kekuatan sedemikan besar untuk menekan dan melawan Israel? 

Sebagian kalangan meragukan hal itu, di tengah kemesraan hubungan Turki dan Israel yang begitu mesra, meski tak banyak diketahui publik. Ashif al-Khalidi dalam artikelnya berjudul “Turkiya wa Israel ‘Alaqat Iqtishadiyyah Tuksyif Awham al-‘Ada” yang diterbitkan hafriyat.com, menjelaskan hubungan ekonomi yang kuat antara kedua negara. Ini dimulai sejak Israel masih berumur belia 1949. Hubungan itu semakin meningkat sejak Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang didirikan Erdogan, memegang tampuk kepemimpinan Turki pada 2002 lalu. 

photo
Angka perdagangan Turki dan Israel - (Dok Istimewa)

Ketegangan diplomasi Turki dan Israel dalam berbagai kesempatan, termasuk protes keras Turki terhadap pemindahan ibu kota Israel ke Yerusalem, tak mengubah keharmonisan kedua negara. Sebagaimana dikutip dari Turkpress pada 27 Februari 2016 lalu, Yuval Steinitz, yang saat itu menjabat menteri energy Israel mengatakan,”Hubungan perdagangan kedua negara tidak akan berpengaruh meski ketegangan diplomasi keduanya pada 2008 dan 2013. Angka perdagangan kedua negara pada 2009 mencapai 2.597.163.000  (2,5 miliar) dolar Amerika Serikat, meski diplomasi kedua negara memburuk nyatanya pada 2014 justru angka perdagangan meningkat menjadi 5.832.180.000 (5,8 miliar) dolar Amerika Serikat). Sesungguhnya Erdogan menegaskan saat kondisi politik hancur di kawasan, Turki bagaimanapun membutuhkan Israel untuk mendiskusikan jalan keluar menghasilkan suasana kondusif di kawasan.” 

Miliaran dolar Amerika Serikat digelontorkan Turki di sektor perdagangan dengan Israel. Angka tersebut menempatkan Turki berada dalam jajaran negara  kongsi dagang Israel dengan angka yang cukup fantastis di antaranya Amerika Serikat, China, dan Jerman.   

Sumber: https://hafryat.com/ar/blog/%D8%AA%D8%B1%D9%83%D9%8A%D8%A7-%D9%88%D8%A5%D8%B3%D8%B1%D8%A7%D8%A6%D9%8A%D9%84-%D8%B9%D9%84%D8%A7%D9%82%D8%A7%D8%AA-%D8%A7%D9%82%D8%AA%D8%B5%D8%A7%D8%AF%D9%8A%D8%A9-%D8%AA%D9%83%D8%B4%D9%81-%D8%A3%D9%88%D9%87%D8%A7%D9%85-%D8%A7%D9%84%D8%B9%D8%AF%D8%A7%D8%A1

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA