Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

Penduduk Miskin di Lampung 1,05 Juta Orang

Rabu 15 Jul 2020 16:54 WIB

Rep: Mursalin yasland/ Red: Dwi Murdaningsih

Salah satu potret kemiskinan (ilustrasi).

Salah satu potret kemiskinan (ilustrasi).

Foto: Republika/Aditya Pradana Putra
Penduduk miskin naik hampir 8.000 orang di Lampung. 

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Jumlah penduduk miskin dengan tingkat pengeluaran per katpita per bulan di bawah garis kemiskinan di Provinsi Lampung mencapai 1,05 juta orang pada Maret 2020. Jumlah tersebut naik 12,34 persen atau 7,84 ribu orang dibandingkan pada September 2019 sebesar 1,04 juta orang.

“Sementara, jika dibandingkan dengan Maret tahun sebelumnya, jumlah penduduk miskin menurun sebanyak 14,34 ribu orang,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Faizal Anwar pada konferensi persnya di Bandar Lampung, Rabu (15/7).

Baca Juga

Dia mengatakan, berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode September 2019 – Maret 2020, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebesar 12,41 ribu orang. Sedangkan di daerah perdesaan turun sebesar 4,57 ribu orang. 

Persentase kemiskinan di perkotaan naik dari 8,60 persen menjadi 9,02 persen. Sementara di perdesaan turun dari 13,96 persen menjadi 13,83 persen.

Menurut dia, secara umum periode Maret 2015 – September 2019 tingkat kemiskinan di Provinsi Lampung mengalami penurunan baik dari sisi jumlah maupun persentase, perkecualian pada Maret 2016, Maret 2018, dan Maret 2020. Kenaikan kemiskinan pada Maret 2016 disebabkan kenaikan harga barang kebutuhan pokok salah satunya beras sebagai makanan pokok.

Hal sama juga kenaikan terjadi pada Maret 2018 dipengaruhi harga komoditas bahan pokok yang belum terkendali. Salah satunya disebabkan gagal panen akibat banjir di sejumlah wilayah di Lampung. Sedangkan kenaikan tingkat kemiskinan pada Maret 2020, salah satunya disebabkan kenaikan harga sejumlah bahan pokok.

Di lain sisi, dia mengatakan garis kemiskinan naik sebesar 4,38 persen yakni dari Rp 434.675 per kapita per bulan pada September 2019 menjadi Rp 453.733 per kapita per bulan pada Maret 2020. Sementara pada periode Maret 2019 – Maret 2020 menjadi Rp 453.733 per kapita per bulan pada Maret 2020.

Menurut dia, hal ini mengindikasikan bahwa tingkat pendapatan sebagian penduduk miskin khususnya mereka berada di sekitar garis kemiskinan, belum mampu mengimbangi kenaikan harga pada saat garis kemiskinan mengalami kenaikan.

BPS Lampung mencatat, pada Maret 2020 komoditi makanan yang memberikan andil terbesar pada garis kemiskinan baik di perkotaan maupun di perdesaan pada umumnya sama yakni beras. Beras menyumbang garis kemiskinan sebesar 19,48 persen di perkotaan dan 25,99 persen di perdesaan. Rokok kretek juga memberikan sumbangan garis kemiskinan, telur ayam ras, gula pasir, tempe, bawang merah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA