Rabu 15 Jul 2020 15:36 WIB

Muhammadiyah Inisiasi Gerakan Ketahanan Pangan Keluarga

Sasaran utama gerakan ketahanan pangan keluarga 80 persen perkotaan

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Gita Amanda
Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) didukung Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) menginisiasi Gerakan Ketahanan Pangan Keluarga (Getapak).
Foto: wikipedia
Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) didukung Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) menginisiasi Gerakan Ketahanan Pangan Keluarga (Getapak).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Angka kasus Covid-19 di Tanah Air masih terus alami kenaikan. Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) menilai, dalam jangka panjang dapat menimbulkan kelesuan ekonomi yang berimbas ke ketahanan pangan warga.

Untuk itu, MCCC didukung Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) menginisiasi Gerakan Ketahanan Pangan Keluarga (Getapak). Inisiasi diwujudkan guna mendukung ketahanan pangan warga yang terdampak Covid-19.

Baca Juga

Berbasis masyarakat, secara teknis dilaksanakan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah. Sekretaris MPM, Bachtiar Dwi Kurniawan, mengatakan sasaran utamanya rumah tangga di perkotaan 80 persen dan pedesaan 20 persen.

Meliputi kelompok-kelompok rentan secara ekonomi karena terdampak pandemi Covid-19. Terdiri dari korban PHK, yang tidak bekerja, yang tidak mendapat bantuan sosial, dan yang tidak menerima bantuan pemerintah maupun swasta.

"Lalu, kaum perempuan dengan prioritas yang mempunyai anak kecil, hamil dan menyusui, lansia dan penyandang disabilitas, serta keluarga yang mempunyai anggota keluarga lebih dari lima orang," kata Bachtiar, Rabu (15/7).

Bachtiar menerangkan, cakupan area program ini meliputi 15 kabupaten/kota di empat provinsi, dan masing-masing kabupaten/kota diambil lima desa. Dari setiap desa diambil dua RT dengan total penerima manfaat 4.320 rumah tangga.

"Yang dipilih Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Malang dan Batu di Jawa Timur. Solo, Sragen dan Karanganyar di Jawa Tengah. Denpasar, Badung, Gianyar dan Karangasem di Bali, dan Kota Yogyakarta di DIY," ujar Bachtiar.

Getapak akan berlangsung dari 1 Juli 2020-31 Maret 2021. Meliputi kaji cepat di komunitas perkotaan dan pedesaan, promosi pertanian perkotaan, pembuatan modul dan video, manajemen informasi, serta monitoring dan evaluasi (monev).

Sedangkan, pelayanan rutin MCCC hingga kini masih 79 Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah yang terlibat aktif penanganan pasien Covid-19. Total konfirmasi positif 744 kasus dengan jumlah yang masih menjalani perawatan 366 orang.

Wakil Ketua MCCC, Rahmawati Husein menambahkan, untuk penanganan Covid-19 di Tanah Air secara umum sudah menggelontorkan dana total Rp 182.183.057.389. Penerima manfaat 3.304.287 untuk kegiatan seperti penyemprotan disinfektan.

Kemudian, pembagian paket sembako yang mencapai 481.458 paket senilai Rp 46.599.487.000. Terkait pergerakan kasus Covid-19 yang terus naik, Ama mengingatkan kepada masyarakat luas kalau pandemi ini belum berakhir.

"Masih terus terjadi tren kenaikan kasus Covid-19 di daerah-daerah seperti di Jawa Tengah, Jawa Timur, maka masyarakat diminta untuk tidak lelah menerapkan protokol kesehatan, terutama di tempat-tempat umum," kata Ama.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement