Sunday, 26 Zulhijjah 1441 / 16 August 2020

Sunday, 26 Zulhijjah 1441 / 16 August 2020

Tujuh Kecamatan Kota Bandung Bebas Kasus Positif Aktif Covid

Rabu 15 Jul 2020 12:43 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Esthi Maharani

Aktivitas petugas melakukan Swab Test Covid-19

Aktivitas petugas melakukan Swab Test Covid-19

Foto: Edi Yusuf/Republika
Bebas positif aktif bukan bebas covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengeklaim sebanyak tujuh kecamatan di Kota Bandung bebas dari kasus positif aktif covid-19. Ketujuh kecamatan, yaitu Ujung Berung, Bandung Kidul, Bojongloa Kidul, Bandung Wetan, Sukajadi, Sukasari, dan Kecamatan Cidadap.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Kota Bandung Ahyani Raksanagara mengatakan, di tujuh kecamatan tersebut tidak terdapat kasus positif aktif. Ia mencontohkan di Kecamatan Ujung Berung terdapat sembilan kasus positif, namun dinyatakan sembuh.

"Betul bebas positif aktif bukan bebas covid-19," ujarnya, Rabu (15/7).

Selanjutnya, ia menjelaskan, di Kecamatan Bandung Kidul lima orang dinyatakan sembuh dan satu orang meninggal dunia dari total kasus positif covid-19 sebanyak enam.

Menurutnya, di Kecamatan Bojongloa Kidul tidak terdapat kasus positif aktif sebab keenam orang yang sempat positif covid-19 dinyatakan sembuh dan dua orang lainnya meninggal dunia. Sedangkan, di Kecamatan Bandung Wetan, enam orang yang positif covid-19 dinyatakan sembuh.

Termasuk di Kecamatan Sukajadi sebanyak 11 orang yang positif dinyatakan sembuh tanpa ada kasus kematian. Di Kecamatan Sukasari, katanya, empat orang yang positif covid-19 dinyatakan sembuh dan di Kecamatan Cidadap 8 orang yang positif covid-19  dinyatakan sembuh.

Sementara itu, Kecamatan Rancasari yang sempat bebas kasus positif aktif kini memiliki tiga kasus positif. "Data dinamis, sesuai pelacakan. Kewaspadaan harus terus dijaga," katanya.

Ia menambahkan, masyarakat harus tetap waspada meski kasus positif aktif terus menurun. Dia mengatakan, hingga 14 Juli kemarin kasus positif mencapai 50 kasus menurun dibandingkan sebelumnya. "Kewaspadaan diperlukan karena ada mobilitas masyarakat," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA

 
 

TERPOPULER