Wednesday, 15 Zulhijjah 1441 / 05 August 2020

Wednesday, 15 Zulhijjah 1441 / 05 August 2020

Spotify Rambah Rusia dan 12 Negara Lainnya

Rabu 15 Jul 2020 09:08 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Layanan streaming musik Spotify kini tersedia di Rusia dan 12 negara lainnya setelah tahun lalu memasuki pasar streaming musik di India.

Layanan streaming musik Spotify kini tersedia di Rusia dan 12 negara lainnya setelah tahun lalu memasuki pasar streaming musik di India.

Foto: EPA
Dengan perluasan pasar tersebut, Spotify kini berada di 92 pasar global.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Spotify meluncurkan layanan streaming musiknya di Rusia, pasar internasional yang paling cepat berkembang untuk musik, dan 12 negara lainnya sebagai bagian dari strategi ekspansi. Spotify sudah lebih dulu masuk ke India pada tahun lalu.

Spotify akan menawarkan layanan gratis dan berlangganan di 13 pasar baru, meliputi Albania, Belarus, Bosnia & Herzegovina, Kroasia, Kazakhstan, Kosovo, Moldavia, Montenegro, Makedonia Utara, Serbia, Slovenia, dan Ukraina. CEO Spotify Daniel Ek, dikutip dari Reuters, Rabu, telah membahas rencana Spotify untuk diluncurkan di Rusia dan Korea Selatan dalam rapat pendapatan kuartal pertama perusahaan.

Baca Juga

Hanya saja, saat itu tidak disebut waktu peluncurannya. Dengan perluasan pasar tersebut, Spotify kini berada di 92 pasar global.

"Pertumbuhan kuat selama pandemi global meyakinkan Spotify untuk mempercepat rencana peluncuran," kata Ek.

Rusia adalah pasar global ke-17 terbesar untuk streaming musik di mana sekitar 87 persen orang streaming musik online, menurut organisasi bidang industri rekaman dunia, International Federation of the Phonographic Industry. Pasar baru tersebut mewakili 250 juta pelanggan potensial, menurut Spotify.

"Kami bisa menjadi lebih lokal daripada pesaing global dan pada saat yang sama, menjadi lebih global daripada pesaing lokal... untuk benar-benar membuka jendela dunia bagi konsumen maupun pencipta musik dalam industri ini," ujar Vice President of Markets and Subscriber Growth Spotify, Gustav Gyllenhammar.

Pihak Spotify mengatakan akan bekerja sama dengan distributor lokal, yang tidak disebutkan namanya. Gyllenhammar mengatakan, pihaknya telah menandatangani kemitraan dengan label.

Podcast, investasi besar di Spotify, belum diluncurkan di kawasan itu karena pasar untuk podcast, menurut Spotify, "baru lahir" di Rusia. Di Rusia, langganan Spotify akan dikenakan biaya 169 rubel atau sekitar Rp 35 ribu per bulan, jauh lebih murah dibandingkan di Amerika Serikat 9,99 dolar AS (sekitar Rp 146 ribu). Sementara, di Indonesia layanan Spotify Premium ditawarkan dengan harga Rp 49.990 per bulan.


sumber : Antara, Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA