Thursday, 23 Zulhijjah 1441 / 13 August 2020

Thursday, 23 Zulhijjah 1441 / 13 August 2020

WHO Mulai Tahap Awal Penyelidikan Asal-Usul Virus Corona

Selasa 14 Jul 2020 19:29 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Logo WHO

Logo WHO

Foto: Ist
Dua ahli WHO telah tiba di China

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Dua pakar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah melakukan kunjungan ke China. Mereka hendak bertemu dengan sejumlah ahli dan ilmuwan Negeri Tirai Bambu dalam rangka memulai penyelidikan asal-usul virus corona baru penyebab Covid-19. 

Baca Juga

"Dua ahli WHO telah tiba di China. Konsensus dasar antara China dan WHO adalah bahwa pelacakan virus adalah masalah ilmiah yang harus dipelajari oleh para ilmuwan melalui penelitian serta kerja sama internasional di seluruh dunia," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying pada Senin (13/7), dikutip laman resmi Kemlu China. 

Namun, Hua mengaku belum memperoleh informasi mendetail tentang kunjungan dua pakar WHO, termasuk perihal siapa saja ahli dan ilmuwan China yang mereka temui. "Apa yang dapat saya katakan adalah bahwa para pakar WHO memang ada di China sekarang setelah konsultasi antara kedua belah pihak," ujarnya. 

Menurut dia, departemen China yang relevan terus menjalin komunikasi dengan dua pakar WHO guna memberi mereka kemudahan. "Kami akan merilis informasi lebih lanjut setelah kami memilikinya," kata Hua. 

Pada akhir Juni lalu, WHO mengumumkan akan mengutus tim ke China untuk menyelidiki asal-usul virus corona. “Kita bisa melawan virus dengan lebih baik ketika kita tahu segalanya tentang virus, termasuk bagaimana virus itu bermula. Kami akan mengirim tim pekan depan ke China untuk mempersiapkan itu,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada 29 Juni lalu.

Amerika Serikat (AS), Australia, dan beberapa negara lain telah menyerukan dilakukannya penyelidikan independen tentang asal-usul virus corona. Mereka, terutama AS, mencurigai bahwa virus tersebut tak muncul secara natural, tapi bocor dari sebuah laboratorium di Wuhan.

China telah menentang tuduhan tersebut. Beijing pun menolak adanya penyelidikan yang hanya berupaya menyudutkannya atas pecahnya pandemi Covid-19. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA