Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Lima Nakes di Garut Telah Terpapar Covid-19

Selasa 14 Jul 2020 15:27 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Andi Nur Aminah

Sejumlah perawat beristirahat dengan mengenakan alat pelindung diri (ilustrasi)

Sejumlah perawat beristirahat dengan mengenakan alat pelindung diri (ilustrasi)

Foto: Antara/FB Anggoro
Tak ada kasus kematian nakes yang terpapar Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Dinas Kesehatan Kabupaten Garut mencatat, hingga saat ini total terdapat lima tenaga kesehatam(nakes) yang telah terpapar Covid-19. Dua kasus terakhir adalah nakes dari Puskesmas Cempaka di Kecamatan Karangpawitan dan Puskesmas Bagendit di Kecamatan Banyuresmi.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr Leli Yuliani mengatakan, dari lima kasus itu, tiga orang telah dinyatakan sembuh. Sementara dua orang lainnya masih menjalani perawatan. "Tak ada kasus kematian nakes yang terpapar Covid-19," kata dia kepada Republika.co.id, Selasa (14/7).

Baca Juga

Ihwal adanya kasus baru dari Puskesmas Cempaka dan Puskesmas Bagendit, untuk sementara layanan dua fasilitas kesehatan itu dihentikan. Warga di wilayah itu yang hendak berobat disarankan ke puskesmas terdekat.

Leli belum tahu seberapa lama layanan di dua puskesmas itu akan dihentikan. Hingga saat ini, petugas survailans masih terus melakukan pelacakan dan penelusuran orang yang diduga pernah kontak erat dengan nakes yang terpapar Covid-19. 

"(Penutupan) sampai waktu yang memang berdasarkan hasil swab ulang dan setelah dikaji bisa melakukan pelayanan lagi. Kita terus lakukan dinkes tracking, tracing, testing (pemeriksaan),  treatment (penatalaksanaan yang positif), dan isolasi mandiri para OTG," kata dia.

Ia menyebut, adanya petugas medis yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Garut telah menjadi bahan evaluasi Dinas Kesehatan. Ia mengingatkan, para nakes harus lebih waspada dalam menangani pasien. Selain itu, lanjut dia, para nakes juga harus selalu menerapkan protokol kesehatan.

Sementara kepada warga, ia mengimbau untuk tak takut berobat ke puskesmas. Namun, protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA