Selasa 14 Jul 2020 15:21 WIB

Polisi: Tak Ada yang Aneh dari WNA Predator Anak Bunuh Diri

Pelaku pelecehan anak ini juga tak menunjukkan tanda-tanda depresi.

Rep: Flori Sidebang/ Red: Teguh Firmansyah
Sejumlah polisi mengawal tersangka Francois Abello Camille (kedua kiri) usai gelar perkara eksploitasi seksual terhadap anak di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (9/7/2020). Selain menangkap tersangka yang merupakan WNA asal Perancis, polisi juga mengamankan barang bukti berupa kamera dan hasil video rekaman gambar korban yang diduga sebanyak 305 anak.
Foto: ANTARA/ADAM BARIQ
Sejumlah polisi mengawal tersangka Francois Abello Camille (kedua kiri) usai gelar perkara eksploitasi seksual terhadap anak di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (9/7/2020). Selain menangkap tersangka yang merupakan WNA asal Perancis, polisi juga mengamankan barang bukti berupa kamera dan hasil video rekaman gambar korban yang diduga sebanyak 305 anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Direktur Tahanan dan Barang Bukti ( Wadir Tahti) Polda Metro Jaya, Kompol Ervin mengatakan, pihak kepolisian tidak menaruh curiga terhadap tersangka kasus pelecehan seksual terhadap ratusan anak di bawah umur, Francois Abello Camille (FAC) alias Frans. Menurut Ervin, warga negara asal Prancis itu tidak menunjukan sikap atau tindakan yang aneh sebelum dimasukan ke sel tahanan. "Enggak ada (kelakuan) yang aneh," kata Ervin saat dihubungi, Selasa (14/7).

Selain itu, sambung dia, tersangka Frans juga tidak menunjukan tanda-tanda depresi saat digiring ke rumah tahanan Polda Metro Jaya. "Enggak ada (kelihatan depresi)," jelasnya.

Baca Juga

Seperti diketahui, pria berumur 65 tahun itu mencoba melakukan bunuh diri dengan cara melilitkan kabel ke lehernya. Kabel itu ia raih dengan cara menaiki tembok kamar mandi di dalam sel tahanannya. Petugas yang sedang melakukan patroli pun mendapati Frans sudah dalam kondisi lemas dan kabel dililitkan ke lehernya.

Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Namun, ia dinyatakan meninggal dunia lantaran luka yang dialami cukup parah. "Diagnosa dari dokter yang merawat jelas hasil rontgen ada retak tulang belakang di leher. Jadi menyebabkan sum-sumnya itu kena jerat, menyebabkan suplai oksigen ke otak dan organ-organ penting itu berkurang, itu yang menyebabkannya (meninggal)," jelas Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Pol dr Umar Shahab, Senin (13/7).

Sebelumnya, polisi menangkap Frans atas kasus eksploitasi seksual terhadap 305 anak di bawah umur. Hal itu berdasarkan 305 video porno Frans dengan korban berbeda-beda yang ditemukan polisi di dalam laptop miliknya.

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement