Tuesday, 12 Jumadil Awwal 1444 / 06 December 2022

Pandemi Covid-19, Pasar Ekspor Batu Bara Turun 20 Persen

Selasa 14 Jul 2020 12:56 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya

Alat-alat berat dioperasikan di pertambangan Bukit Asam yang merupakan salah satu area tambang terbuka (open-pit mining) batu bara terbesar PT Bukit Asam Tbk di Tanjung Enim, Lawang Kidul, Muara Enim, Sumatra Selatan, Sabtu (5/11).

Alat-alat berat dioperasikan di pertambangan Bukit Asam yang merupakan salah satu area tambang terbuka (open-pit mining) batu bara terbesar PT Bukit Asam Tbk di Tanjung Enim, Lawang Kidul, Muara Enim, Sumatra Selatan, Sabtu (5/11).

Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Produsen menjajaki pasar baru ekspor batu bara seperti Vietnam, Thailand, Filipina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bukit Asam (PTBA) mencatat karena adanya pandemi Covid-19 membuat pasar ekspor batu bara ikut terimbas. Penurunan pasar ekspor disinyalir bisa mencapai 20 persen.

Sekertaris Perusahaan PTBA, Appolonius Andwie menjelaskan karena pandemi pasar asia memang sangat terdampak. Paling besar penurunan permintaan berasal dari India. India mengalami lockdown di pelabuhan sehingga sempat terdampak pada pengiriman.

Baca Juga

"Penurunan ekspor memang sampai 20 persen," ujar Polo saat pertemuan daring, Selasa (14/7).

Polo juga menjelaskan untuk mensiasati beberapa pasar ekspor yang mengalami penurunan, PTBA melakukan penjajakan ke negara negara lain. Ia menyebutkan pasar baru seperti Vietnam, Thailand, Filipina serta Brunei dijajaki oleh perusahaan.

"Harapanya ini bisa menjadi potensi pasar kedepan. Harapannya batu bara produksi PTBA bisa diterima dengan baik disana," ujar Polo.

Meski begitu, Polo belum bisa menyebutkan berapa potensi angka penerimaan. Ia hanya menjelaskan perusahaan menjajaki untuk keberlanjutan pasar jangka panjang.

"Ini baru penetrasi ya. Jumlahnya memang belum siginifikan. Kedepan memang ini proyeksinya untuk pasar jangak panjang," ujar Polo.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA