Thursday, 23 Zulhijjah 1441 / 13 August 2020

Thursday, 23 Zulhijjah 1441 / 13 August 2020

Pemprov akan Ubah Level Kewaspadaan Menjadi Empat Warna

Rabu 15 Jul 2020 05:12 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Hiru Muhammad

Pemprov Jabar akan merubah zona warna dari lima menjadi empat zona. Tampak Gubernur Jabar Ridwan Kamil memimpin rapat Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jabar, Kota Bandung, Rabu (27/5). Gubernur Jabar mengatakan, Gugus Tugas Percepatan Penanggulan COVID-19 Jabar mendapat apresiasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 atau Gugus Tugas pusat karena dinilai sebagai provinsi dengan manajemen pandemi yang sangat baik di tingkat daerah

Pemprov Jabar akan merubah zona warna dari lima menjadi empat zona. Tampak Gubernur Jabar Ridwan Kamil memimpin rapat Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jabar, Kota Bandung, Rabu (27/5). Gubernur Jabar mengatakan, Gugus Tugas Percepatan Penanggulan COVID-19 Jabar mendapat apresiasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 atau Gugus Tugas pusat karena dinilai sebagai provinsi dengan manajemen pandemi yang sangat baik di tingkat daerah

Foto: Humas Pemprov Jabar
Hal itu sesuai dengan zona warna yang ditetapkan gugus tugas pusat

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyatakan, pihaknya akan mengubah lima warna zona dalam menentukan level kewaspadaan pandemi Covid-19 di Jabar menjadi empat warna.

Hal itu sesuai dengan zona warna dalam kategori risiko yang selama ini diterapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19  atau ditulis gugus tugas pusat.

"Minggu ini akan ada proses transfer dari level kewaspadaan provinsi (jadi) menggunakan level kewaspadaan gugus tugas nasional," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar di Markas Kodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Senin (13/7).

Sebelumnya, Divisi Perencanaan, Riset, dan Epidemiologi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar atau Gugus Tugas Jabar, menggunakan lima warna zona untuk level kewaspadaan di Jabar yaitu Level 5 atau Zona Hitam (Kritis), Level 4 atau Zona Merah (Berat), Level 3 atau Zona Kuning (Cukup Berat), Level 2 atau Zona Biru (Moderat), dan Level 1 atau Zona Hijau (Rendah).

Lima zona tersebut ditentukan berdasarkan leveling dan analisis dari sembilan indikator, yakni laju Orang Dalam Pemantauan (ODP), laju Pasien Dalam Pengawasan (PDP), laju perkembangan pasien positif, laju kesembuhan (recovery rate), laju kematian (case fatality rate), laju reproduksi instan (Rt), laju transmisi (contact index), laju pergerakan, dan risiko geografis. "Yang tadinya kita hitam, merah, kuning, biru, dan hijau akan bergeser atau ditranslasi menjadi merah, oranye, kuning, dan hijau," kata Emil seraya mengatakan, ia belum memberikan pengumuman status terkait level kewaspadaan karena sedang mengadakan proses translasi.

Dilansir situs resminya, Gugus Tugas Pusat sendiri mengkategorikan risiko menjadi empat yakni Zona Merah (Risiko Tinggi) atau penyebaran virus belum terkendali, Zona Oranye (Risiko Sedang) atau penyebaran tinggi dan potensi virus tidak terkendali, Zona Kuning (Risiko Rendah) atau penyebaran terkendali dengan tetap ada kemungkinan transmisi, serta Zona Hijau (Tidak Terdampak) atau risiko penyebaran virus ada tetapi tidak ada kasus positif Covid-19.

Dalam konferensi tersebut, Emil juga melaporkan, selama dua hari terakhir pelaporan kasus Covid-19 sudah kembali di bawah 100 kasus per hari meski sebelumnya terdapat anomali lonjakan kasus karena klaster institusi pendidikan kenegaraan di Kota Bandung. "Dua hari terakhir pelaporan kasus sudah di bawah 100 kasus lagi sebagai pola yang memang sudah kami pahami. Sehingga lonjakan (dari klaster institusi pendidikan kenegaraan) itu memang anomali atau spike dan sudah kita lewati," papar Emil.

Menurut Emil, lonjakan kasus tersebut berpengaruh terhadap Angka Reproduksi Efektif (Rt) Covid-19 di Jabar. Dalam dua minggu terakhir menjadi kurang baik di angka 1,73. Ini pertama kali Jabar yang rata-rata di bawah 1, sekarang melewati angka 1. 

"Tapi dengan berita dua hari terakhir di mana kasusnya kembali ke pola yang dipahami, tentu angka Rt Insyaallah bisa kita kendalikan lagi di bawah 1," katanya.

Selain itu, kata Emil, Jabar mampu menjaga positivity rate di bawah 5 persen. Hal ini merujuk pengetesan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) oleh Gugus Tugas Jabar yang hingga kini mencapai 88 ribu pengetesan.

"Sudah berminggu-minggu setiap dilakukan tes PCR yang totalnya ada 88 ribu, positivity rate ada di 4,23 persen. Artinya, dari setiap 100 tes swab, orang Jabar hanya sekitar 4 orang yang positif," katanya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA