Monday, 20 Zulhijjah 1441 / 10 August 2020

Monday, 20 Zulhijjah 1441 / 10 August 2020

Bos-Bos BUMN, Contohlah Akhlak Egi dan Mujenih

Senin 13 Jul 2020 19:57 WIB

Red: Andri Saubani

Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) memberikan bantuan secara simbolis kepada Petugas Satuan Pengamanan KAI dan KCI Egi Sandi Saputra (tengah) sebagai bentuk Apresiasi Kejujuran Kementerian BUMN di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (13/7/2020). Kementerian BUMN memberikan apresiasi berupa uang secara langsung atas kejujuran kedua pegawai yang mengembalikan kantong plastik hitam berisi uang tunai Rp500 juta saat bertugas menjaga keamanan dan kebersihan di salah satu gerbong KRL tujuan Jakarta - Bogor, Senin (6/7) lalu.

Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) memberikan bantuan secara simbolis kepada Petugas Satuan Pengamanan KAI dan KCI Egi Sandi Saputra (tengah) sebagai bentuk Apresiasi Kejujuran Kementerian BUMN di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (13/7/2020). Kementerian BUMN memberikan apresiasi berupa uang secara langsung atas kejujuran kedua pegawai yang mengembalikan kantong plastik hitam berisi uang tunai Rp500 juta saat bertugas menjaga keamanan dan kebersihan di salah satu gerbong KRL tujuan Jakarta - Bogor, Senin (6/7) lalu.

Foto: ANTARA /MUHAMMAD ADIMAJA
Petugas KRL, Egi dan Mujenih mengembalikan temuan kantong plastik berisi Rp500 juta.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Muhammad Nursyamsi

Baca Juga

Petugas pengawalan KRL Commuterline, Egi Sandi Saputra (24) dan petugas kebersihan kereta, Mujenih (34), pada Senin (13/7) mendapatkan banyak apresiasi dari berkat sikap jujur mereka. Diketahui, keduanya sempat viral setelah mengembalikan temuan kantong plastik hitam berisi uang tunai Rp 500 juta di kolong bangku prioritas salah satu gerbong KRL Jakarta-Bogor pada Senin (6/7) pekan lalu.

Menteri BUMN Erick Thohir hari ini membuat acara khusus bertajuk "Apresiasi Petugas KRL" di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta. Dalam acara tersebut, sebanyak lima perusahaan BUMN memberikan apresiasi kepada kedua pekerja kontrak yang masih tinggal bersama orang tuanya itu.

Beragam apresiasi diberikan BUMN kepada keduanya. Mulai dari bantuan Asuransi Dana Investasi Sejahtera (Davestera) yang merupakan Gabungan dari Asuransi Perlindungan Jiwa, Proteksi, dan Investasi dengan nilai uang pertanggungan per orang hingga Rp 500 juta dari BRI; perlindungan asuransi jiwa dengan uang pertanggungan sebesar Rp 500 juta per orang yang dibayarkan kepada ahli warisnya apabila insan BUMN tersebut mengalami risiko meninggal dunia dalam kurun waktu lima tahun dari Bank Mandiri melalui perusahaan anak AXA Mandiri Financial Services.

Bank BNI melalui anak perusahaan BNI Life juga memfasilitasi keduanya dengan produk asuransi BNILife Mprotection Plus yang memberikan manfaat lengkap dalam satu produk berupa investasi, proteksi jiwa sampai kesehatan dengan nilai premi atau investasi sebesar Rp 50 juta ditambah fasilitas kesehatan berupa manfaat rawat inap. Jika terjadi risiko meninggal, penerima manfaat juga akan mendapatkan Rp 100 juta ditambah nilai investasi.Selain itu, untuk tiga tahun polis asuransi juga bisa dicairkan, plus pengembangan investasi dari premi Rp 50 juta.

Selanjutnya, Telkomsel memberikan apresiasi berupa telepon pintar dan kuota internet senilai Rp 200 ribuper bulan selama satu tahun, serta saldo LinkAja masing-masing sebesar RP 5 juta.

Egi dan Mujenih juga diangkat menjadi pegawai tetap di anak perusahaan PT KAI dan KCI. Keduanya mengucapkan terima kasih kepada Erick dan BUMN yang telah memberikan apresiasi.

Mujenih mengaku tidak menyangka akan mendapatkan apresiasi seperti ini.

"Alhamdulillah ya Allah. Terima kasih Pak Erick, dan para pejabat BUMN atas penghargaan ini. Sekali lagi terima kasih. Waktu itu, saya langsung bawa saja (uang) ke kantor Stasiun Bogor karena saya enggak ada niat ngambil, memang bukan hak saya," kata Mujenih.

Rasa syukur juga diungkapkan Egi, pemuda yang menjadi andalan keluarga setelah ayahnya meninggal.

"Saya bersyukur sekali dengan semua penghargaan ini, terutama diangkat jadi pegawai tetap. Keluarga saya pasti senang sekali dan bangga," ucap Egi.

Erick Thohir berpesan, agar keduanya menggunakan bantuan yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Erick juga mengaku akan memberikan bantuan kepada keduanya secara pribadi.

"Contoh tadi dikasih pulsa Telkomsel, jangan dipakai untuk mobil legend, habis itu sehari, tapi dipergunakan dengan baik. Saya berharap ini menjadi tabungan karena dengan kondisi Covid ini cukup lama," ujar Erick.

Erick meminta para pimpinan BUMN meniru sikap Egi dan Mujenih. Erick menilai apa yang dilakukan petugas kebersihan kereta, Mujenih dan petugas pengawalan KRL, Egi Sandi sebagai hal yang luar biasa dan menjadi inspirasi.

"Oleh karena itu, saya harapkan bisa menjadi inspirasi buat kita semua, terutama para pimpinan (BUMN), kalau kita diberikan amanah sudah seyogiyanya kita harus punya dasar daripada akhlak itu sendiri kalau kita mau sukses," ujar Erick.

Erick menilai apa yang manusia lakukan tidak akan ada artinya kalau tidak didasari akhlak. Erick menyampaikan akhlak menjadi prinsip dan landasan utama di Kementerian BUMN dan BUMN. Erick meminta para pimpinan BUMN benar-benar menjadikan akhlak sebagai dasar utama perusahaan.

"Akhlak harus jadi landasan utama dan ini tidak cuma lips service (atau) cuma ngomong-ngomong doang," ungkap Erick.

Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo menyampaikan rasa terima kasih kepada Erick dan perusahaan BUMN yang memberikan apresiasi kepada Egy dan Mujenih. Didiek menilai apresiasi tersebut menjadi motivasi bagi 5 ribu lebih frontliner KCI dan KAI yang siap melayani masyarakat dengan integritas yang tinggi.

Didiek mengatakan apa yang dilakukan Egi dan Mujenih sejatinya sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari PT KAI dan PT KCI. Setidaknya, kata dia, ada ratusan barang dalam sebulan yang dilaporkan petugas melalui layanan lost and found.

"Barang-barang penumpang yang tertinggal di dalam kereta dan ditemukan petugas dicatat dalam sistem lost and found PT KCI yang memang terhubung dengan 80 stasiun KRL," ucap Didiek.

Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti mengatakan, apabila barang tersebut tidak diambil oleh pemiliknya hingga lebih dari dua bulan, tetapi masih layak pakai, seperti pakaian, perkakas atau tempat makan, maka akan disumbangkan ke panti asuhan dan yayasan yang membutuhkan.

Sempat dikira sampah

Egi dan Mujenih menemukan kantong plastik hitam berisi uang tunai Rp 500 juta di kolong bangku prioritas salah satu gerbong KRL Jakarta-Bogor pada Senin (6/7). Tanpa pikir panjang, keduanya menyerahkan uang tersebut kepada petugas passanger service yang membantu mengembalikannya kepada sang penumpang.

"Di gerbong tiga dari belakang, ada di bawah kursi prioritas. Sempat ditendang-tendang, dikira itu sampah," ungkap Mujenih saat dihubungi, Kamis (9/7) lalu.

Mujenih menerangkan, penemuan setumpuk uang pecahan Rp 100 ribu itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, saat ia mengepel lantai KRL jurusan Jakarta-Bogor yang baru saja tiba di Stasiun Bogor. Menurutnya, sebelum mengetahui kantong plastik itu berisi uang, tak satu pun penumpang KRL yang lalu lalang menaruh perhatian. Bahkan beberapa di antaranya sempat menendang-nendang bungkusan tersebut lantaran mengira berisi sampah.

"Awalnya saya lagi kerja, terus kata keamanannya ada bungkusan, sampah atau apa ya, saya buka berdua sama dia (Egi). Pas lihat, saya langsung kembalikan saja ke PS (passenger service) Stasiun Bogor," kata pria yang sudah tiga tahun bekerja di PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) itu.

Pria yang berdomisili di Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor itu mengaku tak kaget ketika menemukan uang Rp 500 juta. Ia tidak kaget, karena menurutnya uang tersebut merupakan hak orang lain yang harus dikembalikan.

Setalah dia menyerahkan setumpuk uang dalam plastik hitam ke PS Stasiun Bogor, selang 10 menit pemiliknya yang merupakan laki-laki paruh baya, langsung datang mengambilnya. "Dia turun dari jalur lima, sempat nyariin di jalur empat. Sekitar 10 menit diserahkan ke PS, dia datang langsung," kata Mujenih.

photo
Wadirut Bank Mandiri Hery Gunardi (kedua kiri) bersama Presiden Direktur AXA Mandiri Financial Services Handojo G Kusuma (kiri) menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Petugas Satuan Pengamanan KAI dan KCI Egi Sandi Saputra (ketiga kiri) serta Petugas Kebersihan KAI dan KCI Mujenih (kanan) sebagai bentuk Apresiasi Kejujuran Kementerian BUMN di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (13/7/2020). Bank Mandiri melalui perusahaan anak AXA Mandiri Financial Services menyerahkan apresiasi berupa perlindungan Asuransi Jiwa dengan Uang Pertanggungan sebesar Rp500 juta per orang atas kejujuran kedua pegawai yang mengembalikan kantong plastik hitam berisi uang tunai Rp500 juta saat bertugas menjaga keamanan dan kebersihan di salah satu gerbong KRL tujuan Jakarta - Bogor, Senin (6/7) lalu. - (Antara/Muhammad Adimaja)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA