Friday, 24 Zulhijjah 1441 / 14 August 2020

Friday, 24 Zulhijjah 1441 / 14 August 2020

Pemerintah Suntik PMN Untuk PLN Rp 9,63 Triliun

Selasa 14 Jul 2020 06:05 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolandha

Teknisi Perusahaan Listrik Negara (PLN). PLN berhasil menghubungkan kelistrikan di Distrik Kaureh dengan sistem kelistrikan Jayapura. Pemerintah resmi memberikan suntikan dana kepada PLN melalui skema Penyertaan Modal Negara (PMN) melalui peraturan Peraturan Pemerintah Nomer 36 Tahun 2020 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PLN.

Teknisi Perusahaan Listrik Negara (PLN). PLN berhasil menghubungkan kelistrikan di Distrik Kaureh dengan sistem kelistrikan Jayapura. Pemerintah resmi memberikan suntikan dana kepada PLN melalui skema Penyertaan Modal Negara (PMN) melalui peraturan Peraturan Pemerintah Nomer 36 Tahun 2020 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PLN.

Foto: PLN
PMN diberikan untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah resmi memberikan suntikan dana kepada PLN melalui skema Penyertaan Modal Negara (PMN) melalui peraturan Peraturan Pemerintah Nomer 36 Tahun 2020 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PLN. Total PMN yang diberikan mencapai Rp 9,63 triliun.

Baca Juga

Dalam beleid tersebut Pemerintah membagi penambahan PMN tersebut menjadi dua bagian. Pertama, nilai penambahan penyertaan modal negara (PMN) yang diberikan sebesar Rp 4,63 triliun. Dana ini berasal dari pengalihan barang milik negara pada Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral yang pengadaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 1995/1996-1999/2000 dan 2000-2015.

"Suntikan dana ke dalam modal saham PLN tersebut bertujuan untuk memperbaiki struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas usaha PLN," tulis beleid tersebut.

Kedua, nilai penambahan PMN yang diberikan sebesar Rp 5 triliun. Penambahan PMN tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2020 yang diberikan dalam rangka meningkatkan kemampuan pendanaan guna melanjutkan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA