Sunday, 19 Zulhijjah 1441 / 09 August 2020

Sunday, 19 Zulhijjah 1441 / 09 August 2020

Bahlil: Saya tak tahu awal Mula Kita Ketergantungan ke China

Selasa 14 Jul 2020 00:05 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Bahlil menilai seharusnya Indonesia tak bergantung pada negara lain.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menilai seharusnya Indonesia tidak bergantung pada negara lain, khususnya dalam bidang ekonomi. Bahlil Lahadalia mengatakan hal itu menyusul pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ikut terkontraksi setiap ada kontraksi pada pertumbuhan ekonomi China.

"Kita lihat di China setiap pertumbuhan ekonominya turun 1 persen, dampak ke (pertumbuhan ekonomi) kita itu 0,3 persen. Saya enggak tahu awal mulanya kita ketergantungan ke China seperti ini," kata Bahlil Lahadalia dalam peluncuran buku "Pandemi Corona: Virus Deglobalisasi Masa Depan Perekonomian Global dan Nasional" di Jakarta, Senin.

Menurut dia, adanya pandemi Covid-19 meski cukup memberi dampak negatif ke perkeonomian, di sisi lain juga membuat kesadaran agar Indonesia tidak bergantung pada negara lain.
"Makanya Covid-19 ini membawa berkah bahwa sebaik-baiknya sebuah negara tidak boleh tergantung kepada negara lain," kata Bahlil Lahadalia.

Mantan Ketua Umum Hipmi itu pun menambahkan penting bagi Indonesia untuk tetap menjaga hubungan baik dengan negara-negara berbeda seperti Amerika Serikat dan Jepang.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan China menjadi salah satu kekuatan dunia yang tidak bisa diabaikan, termasuk oleh Indonesia. "Supaya anak muda tahu, ekonomi China ini hampir 18 persen berpengaruh ke ekonomi global. Amerika kira-kira 25 persen. Jadi suka tidak suka, senang tidak senang, mau bilang apapun, China ini merupakan kekuatan dunia yang tidak bisa diabaikan," katanya.

Menurut dia, sebagai negara yang bebas aktif, Indonesia justru harus membangun hubungan yang baik dengan negara manapun. Itu dilakukan guna mendukung kekuatan Indonesia.
"Jadi tidak bisa kita musuhin satu (negara), maunya sama ini saja. Dan juga tidak ada alasan kita bermusuhan," kata Luhut.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA