Sunday, 15 Rabiul Awwal 1442 / 01 November 2020

Sunday, 15 Rabiul Awwal 1442 / 01 November 2020

Kritik Atas Hagia Sophia, Banyak Masjid Eropa Jadi Gereja

Senin 13 Jul 2020 15:20 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah

Kritik atas Hagia Sophia, Banyak Masjid Eropa Jadi Gereja. Alhambra merupakan sebuah kompleks istana dan benteng peninggalan bersejarah sekaligus bukti jejak peradaban Islam di Eropa.

Foto:
Sejumlah gereja di Eropa merupakan peninggalan kejayaan Islam.

Kritik atas Hagia Sophia, Banyak Masjid Eropa Jadi Gereja

Istana Alhambra adalah sebuah kompleks istana sekaligus benteng megah yang merupakan sisa peninggalan masa kejayaan Islam di Andalusia (kekhalifahan bani Umayyah) di Granada, Spanyol bagian selatan. Istana Alhambra berdiri di Bukit La Sabica.

Istana ini dibangun pada masa kepemimpinan Dinasti Nasrid (Bani Ahmar) pada 1238-1358. Alhambra menjadi kediaman para pemimpin kerajaan dan sekaligus benteng pertahanan.

Di dalam Istana Alhambra terdapat kaligrafi-kaligrafi dalam bahasa Arab. Dalam bahasa Arab, bangunan ini disebut 'qa'lat al-Hamra' atau Istana Merah. Disebut demikian karena dinding istana yang berwarna kemerah-merahan.

Pada masa Mohammed II (1273-1302) dan Mohammed III (1302-1309), mulai dibangun tempat pemandian umum dan Masjid Alhamra (Mezquita) di kompleks istana tersebut. Namun demikian, daulah Bani Ahmar di Spanyol berakhir pada akhir abad ke-16.

Dinasti Islam ini diserang oleh pasukan gabungan raja-raja Katolik yang dipimpin oleh Raja Ferdinan V dan Ratu Isabella. Mengutip situs www.alhambradegranada.org, pada 1492 setelah masa Reconquista, sebagian kompleks Alhambra digunakan pemimpin Kristiani dan pengadilan Kristen.

Selain itu, dibangun Istana Charles V di kompleks tersebut pada 1527. Belakangan, sejumlah bangunan di kompleks itu digunakan untuk menampung warga negara terkemuka, barak militer, gereja dan Biara Franciscan. Sementara itu, masjid atau Mezquita yang ada di istana itu juga diubah menjadi Gereja Santa Maria.

Selain di Granada, tercatat banyak masjid di wilayah lainnya di Spanyol yang kemudian diubah jadi gereja. Mengutip buku berjudul Islam, Eropa dan Logika oleh Syarifah Salwasalsabila, di kota Sevilla pernah didirikan masjid yang sangat indah pada masa pemerintahan Sultan Abu Ya'kub. Namun, setelah ditaklukkan Raja Ferdinand, masjid Sevilla itu lantas diubah menjadi gereja Santa Maria de La Sade.

photo
Mihrab Masjid Agung Kordoba di Spanyol. - (Classes.colgate.edu)
Di Cordova/Cordoba (ibu kota Spanyol sebelum Islam), banyak masjid dibangun di masa kekuasaan Islam di bawah Bani Umayyah. Menurut ibn al-Dala'i, terdapat 491 masjid di sana di masanya. Salah satu yang menjadi kebanggaan kota Cordova adalah Masjid Cordova.

Namun setelah masa penaklukan kembali Spanyol oleh kaum Kristen, gedung itu diubah fungsi menjadi sebuah gereja dengan katedral gotik yang dimasukkan ke tengah gedung berarsitektur Moor tersebut. Saat ini, keseluruhan bangunan itu digunakan sebagai gedung katedral diosese Cordoba di Spanyol.

Yang menarik dari Masjid Agung Cordoba yang kemudian berubah nama menjadi 'Mesquita Cathedrale (Katedral Masjid)', bangunan ini berada di bawah pengawasan gereja Katolik Roma. Bambang Pranggono dalam bukunya berjudul Percikan Sains dalam Al Quran: Menggali Inspirasi Ilmiah menuliskan, bahwa di gereja tersebut masih terdapat ukiran kaligrafi Laa ilaaha illallah di dinding latar belakang. Menara masjid memang masih berdiri kokoh, namun dari puncaknya yang terdengar bukan lagi suara adzan, melainkan lonceng gereja besar. 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA