Saturday, 25 Zulhijjah 1441 / 15 August 2020

Saturday, 25 Zulhijjah 1441 / 15 August 2020

Proses Persalinan Maryam yang Diabadikan Alquran

Ahad 12 Jul 2020 18:03 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Ani Nursalikah

Proses Persalinan Maryam yang Diabadikan Alquran. Ilustrasi

Proses Persalinan Maryam yang Diabadikan Alquran. Ilustrasi

Foto: Mgrol120
Maryam mengandung Nabi Isa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Proses awal kehamilan sampai persalinan Maryam dikisahkan dalam Alquran Surah Maryam ayat 22 sampai 26. Ayat 22 yang artinya. "Maka dia Maryam mengandung, lalu dia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh."

Baca Juga

Ayat 22 ditafsirkan Ibnu Katsir setelah Jibril menyampaikan firman Allah di surah Maryam ayat 19, Jibril langsung melakukan tiupan ke dalam baju kurung Maryam, lalu tiupan itu turun ke bagian bawah tubuhnya hingga masuk ke dalam farjinya, maka dengan serta-merta Maryam mengandung anak dengan seizin Allah SWT.

Sementara ayat 22-23 ditafsir Syaikh As-Sa’diy bahwa, "Tatkala waktu melahirkan sudah dekat, rasa sakit menjelang melahirkan membuat Maryam menuju ke bawah pohon kurma dan merasakan nyeri melahirkan.

Ayat 23 artinya "Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia Maryam berkata, "Wahai betapa baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan."

Ayat 24 artinya "Maka dia Jibril berseru kepadanya dari tempat yang rendah. "Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu."

Ayat 25 yang artinya. "Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu niscaya itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu."

Masih menurut Syaikh As-Sa’diy, tubuh lemah Maryam mengoyangkan kurma dengan tangannya dengan goyangan yang sangat lemah sambil menahan rasa sakit, dengan harapan agar buah kurma bisa jatuh. Menurut  kamus Al-Ma’aniy, makna "huzziy" gerakan tangan Maryam menggoyangkan kurma sangat lemah, tetapi kurma bisa jatuh ke bawah. 

"Menggerakkan dahan pohon: menggerakkan dengan sedikit kekuatan” (Kamus Al-Ma’aniy). Dalam tafsir Al-Wasith karya Ath Thanthawi dijelaskan gerakan tersebut yaitu ke kanan-kiri dan depan-belakang: "Yaitu menggerakkan kearah dia (menarik) atau ke arah kanan dan kiri dari pohon kurmam"

Al-Baghawi menjelaskan gerakannya seperti menarik ke depan dengan tangan. Beliau mengatakan. "Menggerakkan pohon kurma sebagaimana perkataan orang Arab, yaitu menarik kepala dengan tangan."

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA