Friday, 24 Zulhijjah 1441 / 14 August 2020

Friday, 24 Zulhijjah 1441 / 14 August 2020

Enam Unit Rumah Terseret Banjir di Parigi

Ahad 12 Jul 2020 13:20 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Banjir telah berlangsung dua hari.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIGI - Sedikitnya enam unit rumah milik warga di bantaran Sungai Boyantongodi Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, hanyut terseret banjir yang melanda wilayah itu.

"Banjir sudah berlangsung dua hari terakhir, namun puncaknya pada Ahad dini hari menghanyutkan enam unit rumah warga setempat," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Nyoman Adi di Parigi, Ahad (12/7).

Selain enam rumah terdampak, terdapat sekitar 12 unit rumah wargaDesa Boyantongo, Kecamatan Parigi Selatan, KabupatenParigiMoutong, juga terancam hanyut jika sewaktu-waktu terjadi banjir susulan. Tidak ada korban jiwa dari peristiwa itu.

Dia memaparkan, saat ini tim BPBD setempat telah membangun posko darurat dan mengevakuasi 18 kepala keluarga yang terdampak. Sejumlah tim lintas sektor telah membantu mendistribusikan bantuan logistik kepada korban banjir.

"Hingga pagi tadi air sudah surut, namun cuaca tidak dapat diprediksi kapan saja bisa hujan. Korban banjir untuk sementara sudah kami evakuasi ke rumah warga yang aman," ujar Nyoman.

Pemerintah kabupaten setempat sudah bersiaga di posko darurat sebagai upaya antisipasi jika kemungkinan buruk terjadi, karena cuaca di hulu sungai kapan saja bisa berubah dan berpotensi menyebabkan banjir.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sulawesi III (BWSS III), Dinas Pekerjaan Umum guna menormalisasi sungai sebagai langkah penanganan cepat banjir di kabupaten tersebut.

Dia menambahkan, di alur sungai yang sama Desa Olobaru terdapat sejumlah rumah warga juga terancam roboh akibat banjir jika debit air semakin tinggi. Begitu pun di Desa Tindaki di hari yang sama terendam banjir.

"Bibir sungai terjadi longsor akibat kikisan air sehingga jumlah warga ambruk dan terseret arus. Banjir juga membawa material lumpur dan potongan-potongan kayu," katanya.

Dia mengimbau masyarakat khususnya di bantaran sungai agar berhati-hati dan tetap waspada, karena hujan masih mungkin terjadi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA