Saturday, 18 Zulhijjah 1441 / 08 August 2020

Saturday, 18 Zulhijjah 1441 / 08 August 2020

SDT Bina Ilmu Parung Gelar MPLS Virtual

Ahad 12 Jul 2020 10:01 WIB

Red: Irwan Kelana

Kepala Sekolah dan guru-guru SDT Bina Ilmu, Parung melakukan persiapan untuk kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2020-2021.

Kepala Sekolah dan guru-guru SDT Bina Ilmu, Parung melakukan persiapan untuk kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2020-2021.

Foto: Dok SDT Bina Ilmu
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung lima hari.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Memasuki tahun  ajaran baru 2020/2021 pada Senin (13/7) besok,  tidak seperti tahun sebelumnya. Pandemi Covid-19 yang melanda Tanah Air membuat lembaga pendidikan tidak bisa menghadirkan siswa ke sekolah. Beragam cara dilakukan sekolah untuk tetap memberikan pelayanan pendidikan kepada para siswanya.

Seperti yang dilakukan Sekolah Dasar Terpadu (SDT) Bina Ilmu, Parung, Bogor, Jawa Barat, misalnya. Lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Yayasan Pembinaan Umat (YPU) Bina Ilmu menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara virtual. 

Ketua Panitia MPLS, Lies Sulistiawati SPd mengatakan, kegiatan yang dikomandoinya ini berlangsung selama lima hari dari Senin sampai Jumat (13/7-17/7). ''Tahun ini kegiatan dilakukan tidak menghadirkan siswa ke sekolah, sehingga kami merancang kegiatan di awal tahun ajaran secara virtual,'' ujarnya dalam rilis yang diterima Republika.co.id. 

Lebih lanjut, Lies begitu sapaan akrabnya, merinci kegiatan yang dilakukan selama lima hari. ''Pada hari pertama, Senin, (13/7) live streaming Instagram mulai pukul 08.00 WIB hingga 09.30 WIB. Rangkaian acara mulai dari pembacaan ayat suci Alquran, sambutan kepala sekolah dan ketua yayasan, perkenalan tenaga pendidik dan kependidikan berupa slideshow foto dan video. Diakhiri visitasi seluruh area sekolah dengan tajuk Malik The Explorer,'' paparnya.

Memasuki hari kedua, sambung Guru Bahasa Sunda itu, peserta didik mengikuti zoom meeting. Seluruh siswa sudah dibagikan link zoom pada Senin malam. ''Acara dibagi menjadi dua sesi. Pertama, opening diawali shalat Dhuha, tadarus dan Tahfizhul Quran ditutup dengan mufradat (kosa kata, red) bahasa Inggris dan Arab. Sesi kedua, pembagian kelas dari kelas 1 sampai kelas 6 sebanyak 15 rombongan belajar,' paparnya.

Adapun di hari ketiga, Rabu, (15/7), setelah kegiatan opening dilanjutkan dengan menyaksikan tayangan sejarah SD Terpadu Bina Ilmu dan program kegiatan sekolah. 

Pada hari keempat, Kamis, (16/7), kegiatan bersama wali kelas di antaranya, perkenalan antar teman, games, membuat tata tertib Pembelajaran Jarak Jauh (Virtual Learning), dan quis dan informasi kriteria lomba foto kontes dengan tema 'Ceria Belajar di Rumah bersama Keluarga'

Penutupan di hari kelima, Jumat  (17/7) setelah pemilihan organisasi kelas dilanjutkan praktik penggunaan Kahoot, games yang dipandu wali kelas masing-masing. Rangkaian acara ditutup penyerahan hadiah pemenang lomba foto kontes yang akan diantar langsung ke rumah pemenang menggunakan jasa ojek online.

photo
Sekolah Dasar Terpadu (SDT) Bina Ilmu, Parung, akan menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara virtual, 13-17 Juli 2020.  (Foto: Dok SDT Bina Ilmu)

Kepala sekolah, Suprianto SPd  mengatakan, pihaknya mengikuti aturan pemerintah untuk belajar dari rumah. ''Di tengah pandemi Covid-19 yang masih meninggi kami tidak ingin mengambil risiko dan mengambil langkah untuk melakukan virtual learning secara penuh,'' jelasnya.

Lebih lanjut, Pri sapaan akrabnya, sudah melakukan sosialisasi dan simulasi virtual learning kepada orang tua dari kelas 1 sampai kelas 6 secara bergiliran. ''Kami mengundang orang tua untuk berbagi pengalaman selama PJJ diawal pandemi untuk mencari formula yang efektif dan efisien saat menghadapi tahun ajaran baru,'' ujarnya.

Selain itu, sekolah sudah melakukan survei   kesiapan orang tua menghadapi New Normal Curriculum dalam Pembelajaran Jarak Jauh secara daring. ''Alhamdulillah lebih dari 90 persen orang tua siap melaksanakan virtual learning.''

Nantinya saat PJJ, kegiatan belajar mengajar dikendalikan oleh guru di ruang kelas dan siswa mengikuti di rumah. ''Saat ini kami mengambil momentum pandemi Covid-19 untuk membangun infrastruktur teknologi informasi, membangun sumber daya manusia yang mahir di bidang TI dan siap menjadi bagian dari revolusi industri 4.0,''  ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA