Ahad 12 Jul 2020 07:50 WIB

Trump Akhirnya Pakai Masker di Ruang Publik

Trump mengatakan tidak pernah menentang penggunaan masker.

Rep: Lintar Satria/ Red: Indira Rezkisari
Presiden AS Donald Trump mengenakan masker.
Foto: AP
Presiden AS Donald Trump mengenakan masker.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya tampak memakai masker. Penggunaan masker tersebut tercatat untuk pertama kalinya sejak pandemi dimulai.

Trump memakai masker saat mengunjungi rumah sakit militer Walter Reed untuk bertemu para tentara yang terluka dan petugas kesehatan, Sabtu (11/7) waktu AS.

Baca Juga

"Saya tidak pernah menentang masker tapi saya yakin ada waktu dan tempatnya," kata Trump saat meninggalkan Gedung Putih, seperti dilansir dari BBC, Ahad (12/7).

Sebelumnya ia mengatakan tidak akan memakai masker dan mencela lawan politiknya dalam pemilihan presiden bulan November mendatang, Joe Biden yang memakai masker di ruang publik. Tapi ia mengubah nadanya dalam isu pemakaian masker.

"Saya pikir ketika berada di rumah sakit, terutama di kondisi tertentu, di mana Anda berbicara dengan banyak tentara dan orang, di kasus-kasus tertentu, baru saja dari meja operasi, saya pikir hal yang bagus untuk memakai masker," katanya.  

Di stasiun televisi Fox Business Network pekan lalu Trump mengatakan 'saya (mendukung) penuh masker'. Ia menambahkan ia 'menyukai' penampilannya dengan masker karena membuatnya tampak seperti Lone Ranger, koboi fiksi yang menegakan keadilan bersama rekannya Tonto.

Sejak bulan April lalu Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) AS sudah meminta masyarakat memakai masker atau menutup wajah dengan kain demi menahan laju penyebaran virus korona. Saat itu Trump mengatakan ia tidak akan mengikuti anjuran tersebut.

"Saya pikir saya tidak akan melakukannya, memakai masker wajah ketika bertemu presiden, perdana menteri, diktator, raja, ratu, saya tidak melihatnya," kata Trump.

Sejumlah media melaporkan banyak staf presiden yang meminta Trump memakai masker selama di ruang publik. Dalam 24 jam terakhir AS melaporkan 66.600 kasus infeksi. Sejak pandemi terdeteksi sudah 135 ribu warga Negeri Paman Sam yang meninggal dunia karena virus corona.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement