Wednesday, 22 Zulhijjah 1441 / 12 August 2020

Wednesday, 22 Zulhijjah 1441 / 12 August 2020

Sandi: Agropreneur Jadi Pilar Penting Ekonomi

Ahad 12 Jul 2020 06:26 WIB

Red: Agus Yulianto

Kamrussamad Anggota DPR Komisi XI (berdiri) dan Sandiaga Uno (duduk) memberikan materi di Program Edukasi Industri Jasa Keuangan Bertema ‘ Tantangan & solusi Industri Jasa Keuangan ditengah Virus Covid19, serta edukasi Mengenal dan Waspada Investasi Ilegal.

Kamrussamad Anggota DPR Komisi XI (berdiri) dan Sandiaga Uno (duduk) memberikan materi di Program Edukasi Industri Jasa Keuangan Bertema ‘ Tantangan & solusi Industri Jasa Keuangan ditengah Virus Covid19, serta edukasi Mengenal dan Waspada Investasi Ilegal.

Foto: Istimewa
KAHMIPreneur luncurkan agropreneur, gerakan membangkitkan UMKM di bidang pertnian.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA – Tokoh Enterpreneur Indonesia, Sandiaga Uno berharap, pemerintah pusat dan daerah mereorientasi sektor ekonomi dalam menyikapi keadaan terkini. Menurut dia, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam menjaga roda ekonomi di Jakarta, bahkan secara umum di Indonesia. Sehingga, demi menghidupkan ekonomi masyarakat di tengah Covid-19, revitalisasi UMKM menjadi kunci.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, UMKM yang merupakan penyumbang 97 persen lapangan kerja, memiliki masa sulit dengan menurunnya penjualan, kendala permodalan, menurunnya pesanan, logistik yang tidak lancar, hingga acaman gagal bayar yang berpotensi bermasalah pada sektor keuangan.  "Karenanya, pemerintah perlu memprioritaskan kembali fokus ekonomi, pasalnya di setiap krisis peran UMKM sangat besar untuk bangkit, kata Sandi dalam keterangnnya yang diterima Republika.co.id, Ahad (12/7).

Dikatakan Sandi, pemerintah saat ini sudah membuat paket kebijakan untuk membantu pelaku UMKM dengan anggaran Rp 34,15 triliun, namun  realisasinya masih rendah. Padahal, kata dia, pelaku UMKM juga memiliki keluarga yang harus dihidupi, ditambah adanya tekanan akibat naiknya biaya rumah tangga, kata Sandi.

Dengan kondisi seperti itu, Sandi menyarankan, pemerintah Indonesia harus membalikkan tren saat ini. Caranya adalah dengan memberikan dukungan insentif dan serial paket kebijakan yang cepat dan tepat sasaran.

Selain itu, kendala lain yang dihadapi para pelaku UMKM dalam masa pandemi ini adalah terganggunya pasokan. Terutama yang tergantung pada barang impor dan produk kesehatan serta pangan.

Dia menegaskan, ada lima gagasan aman pangan yang bisa dijalankan untuk memajukan peningkatan sector pertanian. Food and Agriculture Organization (FAO) memprediksi bahwa akan terjadi krisis pangan secara global. Di Indonesia, produksi beras Indonesia tahun 2019 berada di kisaran 31, 31 juta ton, sedangkan kebutuhan beras sebesar 29.6 juta ton per tahun.

Founder OK OCE Indonesia ini mengatakan, permintaan pangan saat ini sangat besar. Dia juga menyatakan lima gagasan aman pangan, yakni di era pandemi, negeri ini berpeluang mengejar defisit dan mencegah krisis pangan. Kedua, menumbuhkan ketahanan pangan mulai dari lingkup keluarga hingga bangsa.

Ketiga, melipatgandakan kapasitas produksi pangan lokal. Keempat, perkaya food mix dengan bahan baku asli Indonesia, terutama ikan. Terakhir, terapkan teknologi , ciptakan green jobs untuk generasi muda.

Tidak hanya itu, Sandi juga menjelaskan, krisis pangan bisa saja terjadi karena perubahan iklim, cuaca.

Sementara yang terakhir adalah bagaimana memanfaatkan teknolgi dalam urusan pangan. Saat ini ada teknologi yang sudah sangat maju. Maka, akan muncul juga lapangan pekerjaan bila kita memanfaatkan teknologi pangan ini," ujar Sandi. 

Dia menegaskan, kalau melihat ada lapangan kerja apalagi dengan transformasi pertanian ini, bagaimana kita menciptakan lapangan kerja yang presisi yaitu bagaimana  memiliki pertanian yang berbasis teknologi, mulai dari teknologi bibit maka ini akan membuka peluang. “Bagaimana kita mengelola perbibitan kita, bagaimana kita memiliki bibit sesuai dengan lingkungan yang ada," ucapnya. 

Selain itu, sambung Sandi, ada juga pengembangan pangan halal. Bagaimana kita melakukan pendekatan basis makanan yang halal dari awal sekali. Sehingga akan ada makanan kita harus sesuai, mulai dari pupuk dan benih hingga pestisidanya. 

Ada juga rantai suplai ekspor pangan, bagaimana petani menjadi reseler jadi produk pangan kita. Bagaimana kita ciptakan lapangan kerja sehingga buruh tani bisa naik kelas. “Dan data pangan nasional ini yg bisa meningkatkan lapangan pekerjaan,” tegasnya. 

Sementara itu, KAHMIPreneur yang hari meluncurkan gerakan Agropreneur dalam programnya melalui Founder KAHMIPreneur Kamarussamad menjelaskan, Sekarang ini bagaimana dunia masih menghadapi fokus akan memberkan kebijakan fiscal penduduknya. Menurutnya, pandemic ini meberikan efek secara keseluruhan sehingga semuanya terdampak bahkan pertumbuhan kita akan terkena 0,4 persen dan yang lebih terdampak akan ada penambahan pengangguran hingga 5-6 juta orang. 

"Pemerintah juga sudah memberikan kebijakan fiscal," kata Kamarusaamad menegaskan.

Karena itu, menurutnya, kapan sebaiknya new normal diterapkan, maka itu belum bisa dipastikan apakah sudah dipuncak atau sedang turun, karena dalam beberapa hari ini kita sudah tembus diatas 2.000 orang positif Covid-19. 

“Idealnya, new normal diterapkan bila kurva kita sudah  dipuncak. Kita harus belajar dengan negara lain. Salah satunya Vietnam, ada jerman, taipeh, new zeland apa hubungannya dengan argopreneur. Kebutuhan pangan ini adalah kunci utama sehingga tidak akan ada kelangkaan pangan,” tegasnya. 

Ada beberapa sektor usaha tidak bisa tumbuh seperti real estate, financial service, pariwisata dan transportasi. Tapi, ada juga bisnis yg jadi kekeuatan bau yaitu agriculture. "Karena kebutuhan kita masih belum bisa dipenuhi didalam negeri maka masih impor. Sehingga, perlu adanya perkembangan dalam usaha argopreneur," tegas Kamrussamad.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA