Sunday, 26 Zulhijjah 1441 / 16 August 2020

Sunday, 26 Zulhijjah 1441 / 16 August 2020

Mengapa Vaksin MMR Dikaitkan dengan Autisme?

Ahad 12 Jul 2020 01:22 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda

Vaksin MMR. Vaksin MMR masih saja dikaitkan dengan autisme meski penelitian berskala besar telah membantahnya.

Vaksin MMR. Vaksin MMR masih saja dikaitkan dengan autisme meski penelitian berskala besar telah membantahnya.

Foto: AP Photo/Eric Risberg
Vaksin MMR masih saja disebut-sebut terkait dengan autisme.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kabar bahwa vaksinasi bisa menyebabkan autis terus beredar dari tahun ke tahun. Dokter spesialis anak RS Pondok Indah Bintaro Jaya dr Caessar Pronocitro SpA MSc mengungkapkan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Baca Juga

Caessar menjelaskan, hoaks mengenai kaitan vaksin MMR dengan autisme bermula dari hasil penelitian seorang dokter bedah asal Inggris bernama Andrew Wakefield dengan hanya 18 sampel pada 1998. Kebohongannya sudah terbongkar sejak 2011.

“Wakefield menyimpulkan bahwa vaksin MMR menyebabkan autisme, tetapi setelah dibongkar ternyata selain jumlah sampelnya terlalu sedikit, cara penelitian juga tidak valid, sehingga kesimpulan yang diambil pun menjadi salah," jelasnya dalam acara Live Webinar yang diselenggarakan Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Rabu (1/7).

Penelitian Wakefield, menurut Caessar, telah dibongkar dan dinyatakan tidak valid sejak tahun 2011. Sejak itu, sudah ada berbagai penelitian lain yang lebih sahih dan melibatkan sampel jauh lebih besar yang membuktikan tidak ada kaitan vaksin MMR dengan autisme.

Caessar menjelaskan bahwa vaksin MMR diklaim ada kaitannya dengan autisme kemungkinan karena waktu pemberian vaksin MMR, yakni ketika anak berusia sekitar satu tahun, bertepatan dengan mulai tampaknya gejala-gejala autisme. Seolah-olah berkaitan, padahal tidak.

“Jadi jangan takut memberikan vaksin, terutama vaksin MMR.”

Autisme adalah gangguan perkembangan otak yang memengaruhi kemampuan penderita dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Di samping itu, autisme juga menyebabkan gangguan perilaku dan membatasi minat penderitanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA