Friday, 24 Zulhijjah 1441 / 14 August 2020

Friday, 24 Zulhijjah 1441 / 14 August 2020

Oposisi Hong Kong Gelar Pemilihan Pendahuluan

Sabtu 11 Jul 2020 17:50 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Victoria Harbour, Hong Kong. Oposisi Hong Kong menggelar pemilihan pendahuluan di bawah bayang-bayang dari undang-undang keamanan nasional yang baru diberlakukan pemerintah pusat China.

Victoria Harbour, Hong Kong. Oposisi Hong Kong menggelar pemilihan pendahuluan di bawah bayang-bayang dari undang-undang keamanan nasional yang baru diberlakukan pemerintah pusat China.

Foto: EPA-EFE/JEROME FAVRE
Pemilihan pendahuluan bertujuan memilih kandidat yang akan maju di pemilu legislatif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pihak oposisi Hong Kong menyiapkan tempat pemungutan suara di seluruh wilayah kota itu pada Sabtu untuk menggelar pemilihan pendahuluan. Pemilihan bertujuan memilih kandidat dari partai demokrasi yang akan berkompetisi dalam pemilu legislatif pada September mendatang.

Pemilihan pendahuluan itu dilakukan di bawah bayang-bayang dari undang-undang keamanan nasional yang baru diberlakukan kurang dari dua pekan terakhir oleh pemerintah pusat China. Undang-undang itu kontroversial karena dianggap merusak kebebasan masyarakat Hong Kong.

Regulasi itu akan menjerat pelaku pelanggaran dengan hukuman hingga seumur hidup di dalam penjara, serta mengizinkan pihak keamanan China beroperasi di Hong Kong untuk pertama kalinya. China menyebut pemisahan Hong Kong sebagai makar, terorisme, dan persekongkolan dengan kekuatan asing.

Pada Jumat (10/7) malam sebelum pemungutan suara, kepolisian menggeledah kantor Robert Chung, pemilik lembaga survei independen Hong Kong Public Opinion Research Institute yang membantu mengatur pemilihan pendahuluan oposisi.

"Pemilihan pendahuluan ini merupakan kali pertama kita memberi tahu pemerintah di Beijing bahwa warga Hong Kong tidak akan pernah tunduk kepada China," kata aktivis pro demokrasi Joshua Wong.

"Kami mendesak dunia untuk menyorot Hong Kong dalam pandangan global," ujar dia yang berbicara menjelang dibukanya tempat pemungutan suara pada tengah hari waktu setempat.

Sementara pemilihan pendahuluan ini dilakukan hanya untuk kelompok oposisi, para pengamat turut mengawasinya, mengingat bahwa mereka menyebut banyaknya pemilih yang ikut serta akan menentukan penentangan yang lebih luas terhadap regulasi keamanan nasional.

Pemilihan pendahuluan ini juga akan meningkatkan kesempatan bagi kandidat pihak demokrasi untuk meraih setidaknya 35+1 suara dalam total 70 kursi legislator tersedia yang diperebutkan pada 6 September. Jumlah kursi itu memungkinkan mereka mempunyai kuasa untuk menghalangi usulan pemerintah.

Sebelumnya, pihak oposisi berhasil mengantongi kemenangan telak pada pemilu dewan daerah November tahun lalu. Hal itu turut memberikan dukungan pada gerakan protes anti pemerintah yang berjalan sekitar setahun belakangan.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA