Wednesday, 26 Rabiul Akhir 1443 / 01 December 2021

Wednesday, 26 Rabiul Akhir 1443 / 01 December 2021

Kemenag Sumsel: Seluruh Madrasah 2020 Pakai Kurikulum Baru

Sabtu 11 Jul 2020 13:27 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Kemenag telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) No 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum PAI dan Bahasa Arab di Madrasah.

Kemenag telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) No 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum PAI dan Bahasa Arab di Madrasah.

Foto: Istimewa
Kakanwil Kemenag mengingatkan, jangan disalahpahami PAI dan Bahasa Arab ditiadakan.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Pejabat Kementerian Agama (Kemenag) Sumatra Selatan (Sumsel) mengemukakan, seluruh madrasah, baik ibtidaiyah (MI), tsanawiyah (MTs), maupun aliyah (MA) akan memulai tahun pelajaran 2020/2021 pada 13 Juli mendatang menggunakan kurikulum baru untuk Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab.

Kakanwil Kemenag Sumsel HM Alfajri Zabidi didampingi Kasubbag Umum dan Humas Saefudin, mengatakan, Kemenag telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) No 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum PAI dan Bahasa Arab di Madrasah. "Selain itu, diterbitkan juga KMA 184 Tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah," katanya di Kota Palembang, Sabtu (11/7).

Kedua KMA itu, menurut Alfajri, diberlakukan secara serentak pada semua tingkatan kelas tahun pelajaran baru nanti. Dia mengatakan, KMA 183 Tahun 2019 akan menggantikan KMA 165 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab di Madrasah. "Sehubungan hal itu, mulai tahun ajaran ini KMA 165 tahun 2014 tidak berlaku lagi," ujarnya.

Hanya saja, Alfajri mengingatkan agar hal itu tidak disalahpahami bahwa mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab ditiadakan. Pasalnya di KMA yang baru tetap ada dua mata pelajaran tersebut. Menurut dia, secara garis besar, mata pelajaran dalam PAI dan Bahasa Arab pada KMA 183 Tahun 2019 sama dengan KMA 165 Tahun 2014.

Mata pelajaran itu mencakup Alquran, Hadist, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), dan Bahasa Arab. Sehingga, beda KMA 183 dan 165 lebih pada adanya perbaikan substansi materi pelajaran karena disesuaikan dengan perkembangan kehidupan Abad 21.

Alfajri melanjutkan, Kemenag sudah menyiapkan materi pembelajaran PAI dan Bahasa Arab yang baru ini sehingga guru dan peserta didik tidak perlu untuk membeli bukunya. Mengenai buku-buku tersebut bisa diakses dalam laman e-learning madrasah.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA