Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Pemkot Wacanakan Cek Poin dengan Penutupan Jalan di Masa AKB

Jumat 10 Jul 2020 20:25 WIB

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Agus Yulianto

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana (tengah) saat meninjau protokol kesehatan.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana (tengah) saat meninjau protokol kesehatan.

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Penutupan ruas jalan sudah dilakukan beberapa waktu lalu di 10 ruas. 

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemkot Bandung mewacanakan pemberlakukan titik cek poin di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Namun, cek poin tersebut tidak sama seperti pada saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) beberapa waktu lalu. 

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, rencana pemberlakukan cek poin lebih kepada penutupan sejumlah ruas jalan yang berpotensi menimbulkan kerumunan orang. Menurutnya, pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat yaitu pandemi covid-19 masih berlangsung dan belum selesai.

"Pada dasarnya akan melakukan upaya memberikan pesan kepada masyarakat masih berada bukan situasi normal," ujarnya di Balai Kota Bandung, Jumat (10/7).

Menurutnya, penutupan ruas jalan sudah dilakukan beberapa waktu lalu di 10 ruas jalan hingga saat ini. Katanya, pihaknya akan melakukan evaluasi dan menambah beberapa titik ruas jalan yang akan dibuka tutup di masa AKB.

"Buka tutup (jalan) mulai jam 22.00 Wib hingga 06.00.Wib," katanya. 

Dia menegaskan, penutupan jalan bukan untuk menghambat aktivitas warga sebab aktivitas masyarakat yang bekerja selesai pukul 21.00.

"Kapan (dimulainya), segera kita akan rapat secara teknis," katanya. 

Yana menambahkan, posisi Kota Bandung yang kini berstatus level kewaspadaan biru dikelilingi oleh Kota/Kabupaten berstatus kuning membuat pengawasan harus terus ditingkatkan.

"Beberapa hal yang direlaksasi cukup banyak, tempat ibadah, pariwisata, dan tidak mungkin membatasi hanya yang ber-KTP Bandung (beraktivitas)," ujarnya. Menurutnya, para petugas yang sedang melaksanakan bekerja dari rumah akan terlibat dalam pengawasan. 

Sementara itu, angka reproduksi Covid-19 hingga Kamis (9/7) kemarin berada di angka satu yaitu 0,53. Selain itu, sudah dua kali selama 14 hari angka reprodukai covid-19 berada di bawah satu. 

Menurut Yana, beberapa kegiatan yang sudah direlaksasi tidak ditemukan penyebaran virus atau klaster baru covid-19. Sehingga katanya, pihaknya jika akan melakukan relaksasi kembali harus lebih memperhatikan standar protokol kesehatan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA