Sunday, 19 Zulhijjah 1441 / 09 August 2020

Sunday, 19 Zulhijjah 1441 / 09 August 2020

Bank Sentral Belanda Selidiki Perannya dalam Jual Beli Budak

Sabtu 11 Jul 2020 01:32 WIB

Red: Nidia Zuraya

Perbudakan (Ilustrasi)

Perbudakan (Ilustrasi)

Foto: Guardian
Bank Sentral Belanda akan meminta bantuan sejumlah peneliti independen.

REPUBLIKA.CO.ID, AMSTERDAM -- Bank sentral Belanda (DNB) pada Jumat (10/7) akan menyelidiki perannya dalam jual beli budak pada abad ke-19. DNB, yang mengikuti jejak bank sentral Inggris Bank of England, akan meminta bantuan sejumlah peneliti independen untuk menjelaskan hubungan DNB terhadap aktivitas perdagangan budak pada masa itu.

"Penyelidikan ini akan mempelajari peran DNB sebagai sebuah institusi pada tahun-tahun pertamanya setelah terbentuk, serta peran kepala bank sentral dan anggota dewan pada periode tersebut," kata DNB melalui pernyataan tertulis.

DNB, yang didirikan pada 1814 oleh Raja Willem I, menyatakan akan memutuskan langkah selanjutnya setelah penyelidikan itu rampung. Orang-orang Belanda berperan besar dalam kegiatan jual beli budak di dunia sejak abad ke-17 sampai pemerintah Belanda menghapus perbudakan pada 1863.

Dutch West India Company, perusahaan dagang berpengaruh di Belanda, mengoperasikan sejumlah kapal yang diperkirakan membawa 500.000 budak untuk dijual pada abad ke-17 dan abad ke-18.

Sementara itu, Bank of England pada bulan lalu mengatakan akan mencopot sejumlah foto gubernur atau direktur bank sentral yang terlibat kegiatan jual beli budak. Bank sentral Inggris itu telah berdiri sejak 325 tahun lalu.

Baca Juga

sumber : Antara/Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA