Sunday, 19 Zulhijjah 1441 / 09 August 2020

Sunday, 19 Zulhijjah 1441 / 09 August 2020

Badan Intelijen Jerman: Jangan Beri Data ke Perusahaan China

Sabtu 11 Jul 2020 00:40 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Nidia Zuraya

Markas Badan Intelijen Jerman.

Markas Badan Intelijen Jerman.

Foto: AP
Pemerintah China disebut memiliki akses data yang disimpan perusahaan China.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN — Badan intelijen domestik Jerman memperingatkan data pribadi konsumen yang terdaftar pada perusahaan pembayaran atau teknologi asal China bisa sampai ke tangan pemerintah negara itu.

Dalam laporan tahunan yang dirilis Kamis (9/7), agensi BfV mencatat bahwa kantor pemerintah China memiliki akses ke data yang disimpan di China oleh perusahaan, seperti Tencent, Alibaba, layanan web, dan penyedia mobilitas sepeda, seperti yang beroperasi di Jerman.

Kepala BfV, Thomas Heldenwang mengatakan data orang-orang Jerman tidak aman di tangah perusahaan China. Alasannya, mereka diharuskan secara hukum memberikan data kepada pemerintahnya.

“Setiap pelanggan di sini, di Jerman yang menggunakan sistem seperti itu seharusnya tidak terkejut, jika data ini disalahgunakan di Beijing,” kata Heldenwang.

Dia hanya bisa memperingatkan akan potensi itu. Pejabat tinggi keamanan Jerman itu menyatakan keprihatinan tentang ancaman hibrida dari China, termasuk pembelian perusahaan-perusahaan utama di Jerman.

Ketika membahas tentang infrastruktur kritis, seperti pasokan energi atau layanan 5G, Menteri Dalam Negeri Jerman, Horst Seehofer mengatakan orang-orang harus mempertimbangkan bagaimana dapat melindungi diri sendiri.

Baca Juga

Dia menambahkan Jerman belum memiliki keputusan politik tentang apakah akan membiarkan perusahaan peralatan telekomunikasi China, Huawei menyediakan infrastruktur untuk penyedia layanan ponsel Jerman atau tidak?

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA