Wednesday, 22 Zulhijjah 1441 / 12 August 2020

Wednesday, 22 Zulhijjah 1441 / 12 August 2020

Tekanan Finansial Mereda, Neraca The Fed Turun

Jumat 10 Jul 2020 12:32 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Friska Yolandha

Tingkat kepemilikan obligasi dan aset lain Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed) menyusut selama empat pekan berturut-turut, merosot di bawah angka 7 triliun dolar AS.

Tingkat kepemilikan obligasi dan aset lain Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed) menyusut selama empat pekan berturut-turut, merosot di bawah angka 7 triliun dolar AS.

Foto: AP Photo/Manuel Balce Ceneta
Neraca The Fed turun menjadi 6,97 triliun dolar AS pada Rabu (8/7).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Tingkat kepemilikan obligasi dan aset lain Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed) menyusut selama empat pekan berturut-turut, merosot di bawah angka 7 triliun dolar AS. Selain itu, indikator likuiditas darurat turun menjadi nol. Dua poin ini menggambarkan tekanan finansial yang terjadi sejak awal pandemi Covid-19 telah mereda.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (10/7), besaran neraca The Fed turun sekitar 88  miliar dolar AS dari pekan lalu di level 7,06 triliun dolar AS menjadi 6,97 triliun dolar AS pada Rabu (8/7). Data tersebut ditunjukkan bank sentral pada Kamis (9/7).

Ini menjadi penurunan pekanan terbesar dalam lebih dari 11 tahun. Pendorong utamanya adalah keseimbangan dari perjanjian pembelian kembali (repurchase agreement/ repo) yang jatuh ke nol dari 6,12 miliar dolar AS pada pekan lalu. Ini merupakan pertama kalinya dalam 10 bulan terakhir, perbankan tidak memanfaatkan The Fed sebagai sumber utama pendanaan jangka pendek.

Ekonom Jefferies, Thomas Simons dan Aneta Markowsa mengatakan, situasi tersebut menggambarkan kondisi baru. "Dalam arti tertentu, ini adalah akhir dari sebuah era," kata mereka dalam sebuah catatan penelitian yang dikirim ke Reuters, Kamis sore.

The Fed mulai melakukan intervensi di pasar repo pada pertengahan September. Saat itu, terjadi lonjakan rekor dalam biaya pinjaman jangka pendek oleh perbankan. Kebijakan The Fed melengkapi langkah-langkah sebelumnya yang sudah dilakukan sejak Maret, ketika kekhawatiran terhadap gangguan penyebaran virus corona semakin memuncak.

Pengurangan operasi The Fed dilakukan seiring dengan pasar yang mulai stabil. Di sisi lain, The Fed telah menyediakan lebih banyak likuiditas melalui pembelian besar-besaran sekuritas Treasury dan sekuritas yang didukung hipotek.

Bank sentral juga membuat operasi repo pada Juni menjadi sedikit lebih mahal. Tampaknya, The Fed ingin mendorong perbankan untuk menemukan rekanan swasta guna memenuhi kebutuhan repo mereka.

Sebagai bukti, tidak ada tawaran selama empat hari berturut-turut pada penawaran repo semalam dari The Fed. Tapi, para petinggi bank sentral berjanji untuk terus memantau kondisi keuangan dan menawarkan lebih dukungan apabila dibutuhkan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA