Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Dompet Dhuafa Optimis Qurban Melonjak di Tengah Pandemi

Kamis 09 Jul 2020 23:56 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah

Dompet Dhuafa mempunyai stok hewan qurban mencukup meski pandemi. Logo Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa mempunyai stok hewan qurban mencukup meski pandemi. Logo Dompet Dhuafa

Foto: dok. Dompet Dhuafa
Dompet Dhuafa mempunyai stok hewan qurban mencukup meski pandemi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pandemi Covid-19 tak menurunkan animo masyarakat berqurban. Justru sebaliknya, permintaan masyarakat akan hewan qurban cukup tinggi tahun ini. Seperti dialami Dompet Dhuafa yang menerima banyak permintaan donatur untuk mengikuti program Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa. 

Sejauh ini, seluruh persediaan hewan qurban jenis kambing premium sudah habis terjual. Namun demikian masyarakat bisa memilih opsi hewan qurban lainnya mulai dari kambing standar, kambing medium dam sapi.    

"Pencapaian qurban ini diyakini akan melonjak dan terus bertumbuh daripada tahun lalu. Ditambah daya beli masyarakat yang tinggi serta batalnya pemberangkatan haji tahun ini menciptakan daya ekonomi berqurban dalam negeri cukup tinggi," tutur Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa, Imam Rulyawan kepada Republika,co.id pada Kamis (9/7).  

Baca Juga

Menurut Imam dengan berbasis digital baik e-commerce maupun platform digital lainnya, akan memudahkan masyarakat termasuk kaum milenial untuk berqurban. Karenanya Imam mengatakan pelayanan dan ketepatan menjadi kunci bersinergi dengan kaum milenial.   

"Milenial yang saat ini menggandrungi basis digital tentunya dengan aspek pelayanan yang kami tawarkan akan semakin memudahkan milenial untuk berqurban," katanya.   

Tahun ini Dompet Dhuafa menargetkan capaian qurban domba kambing (doka) dikisaran angka 30 ribu ekor dan 1.000 ekor sapi atau setara 7.000 ekor doka sedangkan secara nasional target keseluruhan dengan pengelolaan qurban di cabang-cabang sekitar 44 ribu ekor setara doka. Dompet Dhuafa pun menggandeng 15 mitra kelompok ternak dalam program THK. 

Imam mengatakan rencananya Dompet Dhuafa akan menyebarkan hewan qurban ke 34 Provinsi yang ada di Indonesia khususnya wilayah terpencil, tertinggal, terpelosok hingga wilayah perbatasan yang rata-rata mengalami ekonomi sulit.  

Lebih lanjut ia menjelaskan kemudahan berqurban melalui Dompet Dhuafa salah satunya dengan kanal digital yang semakin banyak menawarkan kemudahan. Salah satunya layanan WhatsApp Pay, yang mempercepat transaksi masyarakat yang ingin berqurban. 

Selain itu kata Imam  terdapat sistem informasi teknologi dalam hal reporting kepada donatur atau pequrban melalui digital, ini juga bagian hal strategis untuk bisa memberikan transparansi kepada donatur maupun pequrban.  

"Lalu kami gunakan sistem dashbord terkait dengan data penghimpunan qurban maupun sebaran program THK DD, ini sebagai upaya DD memberikan layanan paripurna sehingga donatur atau pequrban bisa memastikan qurbannya tersampaikan tepat sasaran," tuturnya.

Imam mengatakan pihaknya menjamin kualitas dan kesehatan hewan qurban yang tersedia di sentra ternak binaan Dompet Dhuafa. Untuk harga hewan qurban mulai dari kambing standar senilai Rp. 1.490.000,- dengan bobot 23-28 Kg, Kambing medium bobot 29-34 Kg senilai Rp. 1.690.000,- sementara 1/7 Sapi dengan bobot 250-300 Kg senilai Rp. 1.855.000,- dan untuk seekor sapi dengan bobot 250-300 Kg senilai Rp. 12.975.000,- sementara untuk kambing premiun sudah terjual habis. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA