Sunday, 4 Jumadil Akhir 1442 / 17 January 2021

Sunday, 4 Jumadil Akhir 1442 / 17 January 2021

Pengunjung Wajib Bermasker Masuki Taman Hutan Raya Surabaya

Kamis 09 Jul 2020 20:05 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Menggunakan masker (ilustrasi)

Menggunakan masker (ilustrasi)

Foto: Republika
Tegas melarang buka bagi pedagang yang tak menerapkan protokol kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya menjalankan protokol kesehatan pandemi corona. Caranya dengan mewajibkan setiap pengunjung memakai masker pada saat masuk Taman Hutan Raya Surabaya.

"Setiap pengunjung yang datang wajib pakai masker, jaga jarak serta datang tidak bergerombol," kata Kepala DKPP Surabaya Herlambang, di Surabaya, Kamis (9/7).

Selain mewajibkan pengunjung memakai masker, kata dia, pihaknya juga menyediakan tempat cuci tangan di setiap taman hutan raya. Ia berharap, pengunjung dapat menaati protokol kesehatan yang sudah ditetepkan pemkot.

Herlambang mengatakan perawatan atau pemeliharaan taman hutan raya di Kota Surabaya selama COVID-19 tetap berjalan rutin seperti biasa. Bahkan dalam penyemprotan tanaman, kata dia, pihaknya dibantu Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) serta Dinas Pemadam Kebakaran (PMK).

Beberapa taman hutan raya juga telah dilengkapi dengan sentra pedagang kaki lima (PKL). Setiap pedagang ataupun pembeli, lanjut dia, juga wajib menerapkan protokol kesehatan ketat. Bahkan, pihaknya tegas melarang buka bagi pedagang yang tak menerapkan protokol kesehatan.

"Saya waktu awal itu tidak mau buka kalau mereka (pedagang) tidak menerapkan protokol kesehatan. Saya minta jika buka, maka protokolnya juga harus siap. Kami batasi juga jumlah pengunjungnya," ujarnya.

Ia mencontohkan seperti di Kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya. Penerapan one gate system atau pemberlakuan satu jalur juga dilakukan dengan tujuan supaya pengunjung tidak saling berpapasan untuk mencegah penularan COVID-19.

Tak hanya itu, kata dia, setiap pengunjung juga dilakukan pemeriksaan thermo gun (suhu tubuh) serta penyemprotan disinfektan.

"Seperti di MIC (Mangrove Information Center) Wonorejo itu ada sentra PKL juga. Kami batasi pengunjung kalau ramai, tapi selama ini tidak terlalu ramai," kata dia.

Tidak hanya itu, kata dia, di beberapa titik tertentu, pihaknya juga menyiagakan petugas pengawas.

Mereka bertugas mengontrol setiap pengunjung yang datang, bahkan ketika ada pengunjung yang tak pakai masker, petugas pun tak segan untuk melarang masuk ke lokasi.

"Pengunjung ketika mereka masuk sudah kita kontrol. Petugas pengawas juga pakai face shield dan melakukan pemeriksaan suhu tubuh pengunjung. Kami juga batasi jika pengunjung ramai," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA