Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

Menteri Pertahanan Israel Karantina Mandiri, Khawatir Covid

Kamis 09 Jul 2020 15:38 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Menteri pertahanan Israel Benny Gantz

Menteri pertahanan Israel Benny Gantz

Foto: AP Photo/Sebastian Scheiner
Menteri pertahanan Israel melakukan kontak dengan pasien Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz melakukan karantina mandiri atas kekhawatiran penularan virus corona baru atau Covid-19, Rabu (8/7) waktu setempat. Hal itu ia lakukan setelah dia kontak dengan seorang pasien yang dikonfirmasi terpapar virus corona.

Dilansir Haaretz, Gantz merasa baik-baik saja dan akan terus bekerja di masa karantina sampai ia menerima hasil tesnya. Sementara itu, penyelidikan epidemiologis telah selesai dilakukan.

Selain Gantz, menteri urusan dan warisan Yerusalem, Rafi Peretz mengumumkan dia dalam masa karantina mandiri setelah salah seorang penasihatnya dinyatakan positif terkena virus corona. Kantor Peretz menekankan bahwa ia tidak merasakan gejala apa pun, tetapi akan diuji sesuai dengan pedoman Kementerian Kesehatan.

Baca Juga

Kementerian Kesehatan Israel tengah mempertimbangkan untuk memperpendek masa karantina wajib bagi orang-orang yang diperintahkan untuk diisolasi. Hal itu dilakukan setelah pelacakan lokasi ponsel mereka menunjukkan bahwa mereka telah melakukan kontak dengan seorang pasien yang terkonfirmasi positif virus korona. Di antara opsi lain, pemerintah juga tengah mempertimbangkan untuk memperpendek masa karantina dari dua pekan menjadi 10 hari.

Jumlah kasus dan kematian akibat Covid-19 di Israel dan Tepi Barat semakin meningkat. Hal itu mengarah ke proposal dan langkah-langkah yang dimaksudkan untuk mengekang penyebarannya dan mengurangi konsekuensi ekonomi dari krisis oleh pemerintah Israel dan Palestina.

Sekurangnya 33.175 orang di Israel sejauh ini dinyatakan positif virus corona. Sementara, 344 orang telah meninggal.

Di Tepi Barat, tercatat 4.390 kasus aktif yang terdiri dari 24 orang telah meninggal. Di Jalur Gaza, 72 orang didiagnosis terinfeksi virus dan satu orang telah meninggal.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA