Sunday, 19 Zulhijjah 1441 / 09 August 2020

Sunday, 19 Zulhijjah 1441 / 09 August 2020

Minum ARV tak Berarti ODHA Kebal Covid-19

Kamis 09 Jul 2020 14:35 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Obat antiretroviral (ARV) untuk Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Obat antiretroviral (ARV) untuk Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

ODHA punya risiko yang sama dengan orang lain untuk kena Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Wiendra Waworuntu mengemukakan bahwa meskipun orang dengan HIV/AIDS (ODHA) meminum obat antiretroviral (ARV), bukan berarti mereka tidak punya risiko terinfeksi virus corona tipe baru yang menyebabkan Covid-19. Itu artinya, ODHA pun harus tetap mematuhi protokol kesehatan.

Baca Juga

Di Thailand, pasien Covid-19 tampak membaik dengan terapi obat flu dan ARV. Sementara itu, Jepang tengah berencana memberikan obat HIV pada pasien Covid-19.

"Tetapi, tidak usah berpikir saya minum ARV, saya tidak akan terkena Covid-19. Buktinya, Covid-19 tetap bisa menyerang siapa saja," kata Wiendra dalam siaran virtual tentang "Pelayanan Kesehatan bagi ODHA di Masa Pandemi Covid-19" di Jakarta, Kamis.

Oleh karena itu, Wiendra menegaskan bahwa protokol kesehatan tetap harus dijalankan, seperti rajin mencuci tangan, memakai masker jika ke luar rumah, menjaga jarak fisik, serta menjaga pola hidup bersih dan sehat. Menurut dia, seluruh masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah tertular Covid-19.

"Ketika mengunjungi rumah sakit untuk mendapatkan obat, ODHA juga harus tetap disiplin melakukan protokol kesehatan," kata Wiendra.

Sementara itu, Timotius Hadi dari Jaringan Indonesia Positif mengajak seluruh ODHA untuk tetap waspada di tengah pandemi Covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan. Ia mengingatkan bahwa mengonsumsi ARV tidak berarti bebas dari risiko kena Covid-19.

"Walaupun teman-teman minum ARV bukan berarti bebas dari Covid-19, maka tetap rajin mencuci tangan, memakai masker, jaga jarak, dan jangan lupa teman-teman bahagia," ujarnya.

Timotius mengatakan, kesehatan psikis juga harus diperhatikan. Sebab, merasa bahagia dan tidak stres dapat menjaga daya tahan tubuh

"Jangan lupa bahagia karena itu kunci yang penting buat teman-teman. Dengan teman-teman bisa menjaga psikis yang sehat, antibodi teman-teman bisa meningkat," katanya.

Timotius juga berharap masyarakat tidak memiliki stigma terhadap ODHA. Seluruh elemen masyarakat seharusnya menganggap HIV sebagai masalah kesehatan bersama.

"Jangan melihat lagi bagaimana orang itu terinfeksi tapi bagaimana kita melihat dia seorang 'person' (individu) dan dia bisa mempunyai hidup yang sama, masa depan sama dan hak yang sama untuk hidup," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA