Kamis 09 Jul 2020 12:22 WIB

PLN Siapkan 115 MW Listrik Baru untuk Papua

PLTMG MPP Timika awalnya dibangun untuk mendukung kegiatan PON Papua.

Pegawai PLN memeriksa sistem kelistrikan (ilustrasi). PT PLN (Persero) telah menyiapkan 115 MW pasokan listrik baru untuk Provinsi Papua. Salah satu yang sudah beroperasi adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas atau PLTMG MPP Timika sebesar 10 megawatt (MW).
Foto: PLN
Pegawai PLN memeriksa sistem kelistrikan (ilustrasi). PT PLN (Persero) telah menyiapkan 115 MW pasokan listrik baru untuk Provinsi Papua. Salah satu yang sudah beroperasi adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas atau PLTMG MPP Timika sebesar 10 megawatt (MW).

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- PT PLN (Persero) telah menyiapkan 115 MW pasokan listrik baru untuk Provinsi Papua. Salah satu yang sudah beroperasi adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas atau PLTMG MPP Timika sebesar 10 megawatt (MW).

Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PT PLN Syamsul Huda, mengatakan di tengah pandemi Covid-19, pihaknya telah menambah pembangkit baru di Papua setelah PLTMG Timika yang terletak di Kampung Pomako, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika mulai beroperasi. Selain PLTMG MPP Timika, pembangkit baru yang disiapkan adalah PLTMG Jayapura Peaker (40 MW), PLTMG Biak Satu (15 MW), PLTMG Biak Dua (10 MW), PLTMG Merauke Satu (20 MW), dan PLTMG MPP Merauke Dua (20 MW).

"Beroperasinya PLTMG Timika meningkatkan pasokan daya listrik di Kabupaten Mimika dari sebelumnya 24,5 MW menjadi 34,5 MW," katanya, Rabu (9/7).

Menurut Syamsul, selain untuk memasok listrik bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi Papua, pembangkit tersebut awalnya juga untuk mendukung Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang rencananya digelar pada Oktober 2020 di Kabupaten Mimika. Namun, gelaran PON akhirnya diundur menjadi Oktober 2021 akibat Covid-19.

"Tetapi sesuai komitmen, kami tetap menyelesaikan pembangunan pembangkit ini tepat waktu," ujarnya.

Dia menjelaskan PLTMG Timika berhasil meraih Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk mesin pembangkitnya pada 5 Mei 2020. Pengerjaan PLTMG ini memakan waktu sekitar 22 bulan, terhitung sejak Juli 2018 hingga 2020.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement