Wednesday, 15 Zulhijjah 1441 / 05 August 2020

Wednesday, 15 Zulhijjah 1441 / 05 August 2020

Muslim Pantang Berputus Asa Menghadapi Covid-19

Kamis 09 Jul 2020 08:27 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah

Muslim Pantang Berputus Asa Menghadapi Covid-19

Muslim Pantang Berputus Asa Menghadapi Covid-19

Foto: AP /Rahmat Gul
Seorang Muslim harus bersabar, berzikir, dan berdoa dalam menghadapi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pandemi Covid-19 masih menyelimuti hampir seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dalam situasi seperti ini, penting bagi umat Islam untuk menjauh dari sikap berputus asa. 

Baca Juga

"Pertama, harus bersabar, berobat, dan bertawakal," ujar pakar tafsir Alquran Ahsin Sakho Muhammad dalam sambungan telepon, Rabu (8/7).

Sikap sabar ini harus dibarengi dan diisi dengan lebih sering membaca Alquran, kemudian berdzikir dengan membaca istighfar. Selain itu, juga ditambah dengan memperbanyak membaca doanya Nabi Adam AS, yaitu rabbana dzalamna anfusana waillam taghfirlana watarhamna lana kunanna minal khosirin. Kemudian juga membaca doa Nabi Yunus, yakni lailaha illa anta, subhanaka inni kuntu minadhdholimin.

"Kita itu hamba Allah, segela sesuatu yang sampai kepada kita itu atas izin Allah. Jadi semuanya kita serahkan kepada Allah," katanya.

Ahsin menambahkan, bisa saja apa yang menimpa seseorang tersebut sebagai bentuk ujian terhadap keimanannya. Bahkan jika melihat dari kacamata sufi, maka akan melihat ujian tersebut sebagai anugrah karena akan meningkatkan derajatnya.

Oleh karena itu, umat Islam dilarang berputus asa saat dalam situasi pandemi ini. Jika putus asa, kata dia, artinya seseorang tersebut telah meninggalkan Allah.

"Kalau orang putus asa itu seakan-akan Allah itu sudah tidak peduli terhadap seseorang, padahal Allah itu kalau disapa, kalau diminta Allah akan tanggap. Hanya saja untuk penyembuhan itu kadangkala membutuhkan waktu. Allah itu tidak boleh ditinggalkan, orang yang putus asa itu seperti meninggalkan Allah," ucapnya.

"Jadi dengan dzikir, sholat, bawa tasbih ya, nanti akan ada kejutan-kejutan. Allah akan bisa membalikkan situasi hati nurani yang tadinya sedih menjadi senang," katanya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA