Kamis 09 Jul 2020 04:09 WIB

BNI Salurkan CSR Berbentuk 27 Jamban Sehat di Banjarmasin

Jamban sehat itu menggunakan septic tank yang menerapkan filter biologis

PT Bank Negara Indonesia (BNI) menyalurkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berupa 27 jamban sehat untuk penanganan sanitasi warga menuju Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Kota Banjarmasin.
Foto: ,
PT Bank Negara Indonesia (BNI) menyalurkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berupa 27 jamban sehat untuk penanganan sanitasi warga menuju Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Kota Banjarmasin.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- PT Bank Negara Indonesia (BNI) menyalurkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berupa 27 jamban sehat untuk penanganan sanitasi warga menuju Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Kota Banjarmasin. Penyerahan bantuan jamban atau tempat BAB bagi warga Banjarmasin sebagai Kota Seribu Sungai itu bertepatan memperingati Hari Ulang Tahun Ke-74 BNI.

Penyerahan bantuan 27 jamban sehat tersebut di Kelurahan Alalak Utara, Banjarmasin Utara, Rabu (8/7), diterima langsung Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina. Jamban sehat itu menggunakan septic tank yang menerapkan filter biologis atau Biological Filter Septic Tank, sehingga ramah lingkungan.

Baca Juga

Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina berharap dengan diserahkannya jamban sehat yang menerapkan filter biologis atau Biological Filter Septic Tank yang ramah lingkungan tersebut, dapat meningkatkan sanitasi Kota Banjarmasin.

Selain itu, dia mengatakan, bahwa Pemkot Banjarmasin saat ini sedang berupaya untuk mengurangi jamban-jamban yang pembuangannya langsung ke sungai. "Kita sedang berupaya juga untuk mengurangi jamban-jamban yang langsung di pinggir sungai, dengan cara jamban sehat pakai biofil ini," ujarnya.

Menurut Ibnu Sina, jamban sehat pakai biofil ini sudah dibuat pula di kawasan pemukiman penduduk pinggir sungai di Kampung Biru dan Tanjung Pagar.

Diharapkannya, jamban sehat seperti ini bisa dijadikan referensi bagi kelurahan-kelurahan lain di Kota Banjarmasin, untuk meningkatkan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), yaitu pendekatan untuk merubah perilaku higienis dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement