Wednesday, 15 Zulhijjah 1441 / 05 August 2020

Wednesday, 15 Zulhijjah 1441 / 05 August 2020

Diskriminasi ke Huawei, China: Inggris, Terima Konsekuensi

Rabu 08 Jul 2020 11:21 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Soal Diskriminasi ke Huawei, China: Inggris, Terima Konsekuensi!. (FOTO: Foto/Ilustrasi/Sindonews/Ian)

Soal Diskriminasi ke Huawei, China: Inggris, Terima Konsekuensi!. (FOTO: Foto/Ilustrasi/Sindonews/Ian)

Soal Diskriminasi ke Huawei, China: Inggris, Terima Konsekuensi

Warta Ekonomi.co.id, Bogor

China kembali buka suara soal perlakuan Inggris kepada Huawei, setelah pemerintahan Perdana Menteri Boris Johnson menyiratkan niatnya untuk memutus kemitraan dengan perusahaan telekomunikasi tersebut.

Menurut Duta Besar China untuk Inggris, Liu Xiaoming, Inggris mesti menanggung konsekuensi jika memperlakukan China sebagai musuh dalam perizinan keterlibatan Huawei dalam pengembangan jaringan 5G Inggris.

"Kami ingin menjadi mitra Anda (Inggris), tetapi jika Anda ingin menjadikan China sebagai musuh, Anda mesti menanggung konsekuensinya," ujar Xiaoming, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (7/7/2020).

Baca Juga: Janji Manis Inggris ke Huawei Berbuah Tragis? Bisa Putus Hubungan

Baca Juga: Prancis Minta Operator Tak Pakai Alat Huawei, 'Demi Kemerdekaan!'

Inggris telah mengizinkan Huawei terlibat dalam pengembangan jaringan 5G pada April lalu, walau ada batasan. Namun, pada pekan lalu, Johnson mengatakan ia akan mempertimbangkan keputusan terhadap Huawei dengan hati-hati karena sejumlah pihak mengkritik keputusan sebelumnya.

Badan Intelijen Siber Inggris (GCHQ) berujar, "kami telah meninjau kembali risiko jika kami menggunakan komponen teknologi Huawei."

Berdasarkan hasil peninjauan tersebut, GCHQ mengategorikan Huawei sebagai vendor berisiko tinggi. Karena itulah, lembaga tersebut mendesak Johnson menghentikan kemitraan dengan Huawei, paling lambat akhir tahun ini.

"Sanksi baru AS kepada Huawei akan memaksanya menggunakan teknologi tak berkualitas, sehingga berpotensi menimbulkan risiko," sebut Pusat Keamanan Siber di GCHQ.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA