Wednesday, 15 Zulhijjah 1441 / 05 August 2020

Wednesday, 15 Zulhijjah 1441 / 05 August 2020

Inggris: Kami Mesti Hati-Hati Soal Keputusan pada Huawei

Rabu 08 Jul 2020 11:38 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Inggris: Kami Mesti Hati-Hati Soal Keputusan pada Huawei. (FOTO: Foto/Ilustrasi/Sindonews/Ian)

Inggris: Kami Mesti Hati-Hati Soal Keputusan pada Huawei. (FOTO: Foto/Ilustrasi/Sindonews/Ian)

Inggris: Kami Mesti Hati-Hati Soal Keputusan pada Huawei

Warta Ekonomi.co.id, Bogor

Perdana Menteri Boris Johnson mengaku harus memikirkan pemberian peran kepada Huawei dengan pertimbangan penuh hati-hati. Sebab, pemerintah inggris tak ingin negaranya rentang terhadap vendor asing dengan risiko tinggi.

Inggris memberi Huawei peran terbatas dalam jaringan 5G di masa depan, pada Januari lalu. Namun, pejabat di Pusat Keamanan Siber Nasional (NCSC) meninjau kembali dampak sanksi AS terhadap Huawei pada Mei lalu.

"Inggris tak boleh rentan terhadap vendor berisiko tinggi sehingga kita harus berpikir dengan hati-hati tentang cara mengatasinya," ujar Johnson, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (7/7/2020).

Baca Juga: Diperingatkan Dubes China, Gimana Sikap Inggris ke Huawei Ya?

Baca Juga: Soal Diskriminasi ke Huawei, China: Inggris, Terima Konsekuensi!

Ia juga menyampaikan tekadnya untuk memperluas jaringan pita lebar ke seluruh bagian negara Inggris, dengan pemanfaatan teknologi yang tepat.

Johnson menambahkan, "tapi kami juga harus memastikan, kami dapat terus memberi jaringan yang dibutuhkan oleh Inggris."

Sementara itu, Dubes China untuk Inggris telah memperingatkan Inggris untuk menanggung konsekuensi, apabila mereka memutuskan untuk mencabut peran Huawei dalam pengembangan jaringan 5G Inggris.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA