Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Milad ke-22, Rumah Zakat Luncurkan Aplikasi DIS

Selasa 07 Jul 2020 22:16 WIB

Red: Hiru Muhammad

Sebagai lembaga yang sudah berusia 22 tahun, Rumah Zakat menyadari bahwa zaman terus berkembang. Di tengah pandemi yang melanda semakin mengukuhkan transformasi Rumah Zakat dari Entrepreunerial Institusi (2017) menuju World Digital Philantrophy (2020) yang sudah dicanangkan awal tahun.

Sebagai lembaga yang sudah berusia 22 tahun, Rumah Zakat menyadari bahwa zaman terus berkembang. Di tengah pandemi yang melanda semakin mengukuhkan transformasi Rumah Zakat dari Entrepreunerial Institusi (2017) menuju World Digital Philantrophy (2020) yang sudah dicanangkan awal tahun.

Foto: istimewa
Transformasi Digital erat kaitannya dengan pergerakan perilaku konsumen.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--Sebagai lembaga yang sudah berusia 22 tahun, Rumah Zakat menyadari bahwa zaman terus berkembang. Di tengah pandemi yang melanda semakin mengukuhkan transformasi Rumah Zakat dari Entrepreunerial Institusi (2017) menuju World Digital Philantrophy (2020) yang sudah dicanangkan awal tahun.

“Dengan Digital transformasi ini kami ingin menjadi model filantropi digital berskala global untuk memperbesar dampak kebermanfaatan bagi Indonesia dan dunia,” ujar Nur Efendi dalam acara tasyakuran Milad Rumah Zakat, 3 Juli 2020.

Transformasi Digital erat kaitannya dengan pergerakan perilaku konsumen. Yuswohadi, pengamat pemasaran menjelaskan Covid-19 membentuk generasi Muslim 4.0. Lengkapnya, pembentukan Muslim 4.0 ini mencakup tiga pergeseran besar konsumen muslim yaitu Go Digital, Go Spiritual, dan Go Empathic.

Dengan adanya social distancing membuat masyarakat muslim harus melakukan segalanya serba digital, masyarakat pun semakin religious serta kondisi buruk masyarakat yang terdampak karena covid-19 menciptakan empati, kepedulian, welas asih, solidaritas, dan kesetiakawanan sosial. Oleh karena itu, dalam rangka Digital Transformasi dan mengikuti tren Muslim 4.0 Rumah Zakat meluncurkan Applikasi Digital Islamic Style (DIS).

DIS adalah aplikasi digital yang dapat dijadikan penunjang gaya hidup Islami masyarakat. Aplikasi ini memberikan kemudahan dalam menjalankan gaya hidup islami masyarakat dimana saja dan kapan saja. Nur effendi menilai bahwa DIS ini bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat Muslim 4.0 “Jika kita melihat tren Muslim 4.0 ini, DIS cocok sekali untuk mengakomodir perilaku masyarakat muslim tersebut” jelasnya.

DIS yang ditunjang dengan fitur Ibadah yang lengkap dimulai dari doa sehari-hari, quran, sirah Nabawi, kalender islami, arah kiblat, jadwal sholat hingga fitur berbagi. Selain itu, Fitur berbagi memudahkan pengguna menyalurkan kedermawanannya melalui zakat, infak, sedekah dan wakaf dengan mudah kapan saja dan dimana saja karena fitur berbagi ditunjang dengan payment channel yang lengkap. “DIS ini semoga menjadi perantara kebaikan dalam memudahkan masyarakat dalam melakukan Ibadah dan berbagi sehingga kebahagiaan Indonesia hingga Dunia bisa terwujud” tambah Nur Efendi.

Saat ini DIS sudah tersedia di Playstore sehingga sudah bisa dinikmati dan digunakan oleh masyarakat. Selanjutnya DIS akan terus melakukan upgrade sehingga semakin canggih dan bisa digunakan banyak orang.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA