Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

KAI Minta Anies Longgarkan Akses Jakarta-Bandung

Selasa 07 Jul 2020 19:27 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Fuji Pratiwi

Sejumlah penumpang di kereta jarak jauh (ilustrasi). PT KAI meminta kelonggaran kepada Pemprov DKI Jakarta atas pengoperasian KA Jakarta-Bandung.

Sejumlah penumpang di kereta jarak jauh (ilustrasi). PT KAI meminta kelonggaran kepada Pemprov DKI Jakarta atas pengoperasian KA Jakarta-Bandung.

Foto: ANTARA/M RISYAL HIDAYAT
KAI menyatakan sulit mengoperasikan kereta jika SIKM masih dipersyaratkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Didiek Hartantyo bersurat kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswendan yang ditembuskan kepada Menteri Perhubungan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Ketua Gugus Tugas percepatan Penanganan Covid-19 mengenai pelonggara akses. Khususnya untuk akses Jakarta-Bandung sebab hingga saat ini Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) DKI Jakarta masih diberlakukan.

"Kami berkirim surat ke Gubernur, kami juga tembuskan kepada Menhub, Menteri BUMN, Pak Doni Monardo juga mohon diberikan keleluasaan Jakarta-Bandung," kata Didiek dalam saat menghadiri rapat panja pemulihan pariwisata dengan Komisi X DPR, Selasa (7/7). 

Didiek mengakui sebagai operator, KAI berada di tengah aturan. Saat ini, Gubernur DKI Jakarta menerapkan pemberlakuan SIKM. Sementara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan penugasan terbaru kepada KAI untuk mengoperasikan kembali KA Parahyangan dari Bandung ke Jakarta.

"Kalau kereta kami operasikan dengan SIKM bagaimana keadaannya? Akan sulit bagi kami. Di stasiun akan banyak turun tapi bagaimana kalau SIKM tidak diindahkan?" kata Didiek.

Untuk itu, Didiek mengharapkan pemerintah provinsi DKI Jakarta dan pusat dapat memberikan relaksasi untuk akses Jakarta-Bandung. Terlebih, menurut Didiek, jalan tol dari Bandung ke Jakarta atau sebaliknya sudah mulai padat.

Jika SIKM dilonggarkan untuk akses Jakarta-Bandung, Didiek mengatakan akan dilihat kembali evaluasinya. Sebab selama masa PSBB adaptasi, Didiek memastikan KAI sudah menerpkan protokol Covid-19 dengan ketat.

“Dengan protokol kesehatan yang kami terapkan kemungkinan penyebaran sangat kecil sekali dan semua awak kami di jajaran //front line tidak ada yang positif. Artinya protokol kesehatan yang kami lakukan dengan pembersihan kereta disinfektan berjalan dengan baik,” ungkap Didiek.

Bahkan, Didiek memastikan penumpang dalam setiap perjalanan jarak jauh selalu diperiksa suhu badannya setiap tiga jam sekali. Dengan begitu, Didiek menilai protokol kesehatan yang diterapkan dapat membuat penumpang melakukan perjalanan selamat, aman, nyaman, dan sehat sampai tujuan.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA