Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

TikTok Hentikan Aplikasi di Hong Kong

Selasa 07 Jul 2020 13:25 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Aplikasi TikTok

Aplikasi TikTok

Foto: www.tiktok.com
TikTok menangguhkan permintaan pemerintah untuk pengumpulan data pengguna Hong Kong

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- Juru bicara Tiktok mengatakan, akan keluar dari pasar Hong Kong dalam beberapa hari, Senin (6/7) malam. Keputusan itu diambil dari pertimbangan perusahaan teknologi lain, termasuk Facebook Inc, telah menangguhkan pemrosesan permintaan pemerintah untuk data pengguna di kota tersebut.

"Mengingat peristiwa baru-baru ini, kami telah memutuskan untuk menghentikan operasi aplikasi Tiktok di Hong Kong," kata juru bicara Tiktok dalam menanggapi pertanyaan Reuters tentang komitmennya terhadap pasar.

Aplikasi video pendek milik ByteDance yang berbasis di China telah membuat keputusan untuk keluar dari wilayah tersebut. Hal itu terjadi setelah China menetapkan Undang-Undang Keamanan Nasional baru untuk kota semi-otonom.

Baca Juga

Perusahaan yang sekarang dijalankan oleh mantan eksekutif Walt Disney Co, Kevin Mayer, telah mengatakan di masa lalu, bahwa data pengguna aplikasi tidak disimpan di China. Pada akhir tahun lalu, mendapatkan tuduhan telah mentransfer sejumlah besar data pengguna ke China.

Dikutip dari BBC, tuduhan itu bahkan diajukan gugatan perwakilan kelompok di Amerika Serikat karena dugaan perusahaan diam-diam mengambil konten tanpa persetujuan pengguna. Data dikirim ke dua server di China, didukung oleh Tencent dan Alibaba. Tuduhan itu pun langsung disangkal oleh perusahaan. Tiktok diperkirakan memiliki sekitar setengah miliar pengguna aktif di seluruh dunia pada akhir tahun lalu.  

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA