Thursday, 16 Zulhijjah 1441 / 06 August 2020

Thursday, 16 Zulhijjah 1441 / 06 August 2020

Yeezy Milik Kanye West Dapat Pinjaman Dana Bantuan Usaha

Selasa 07 Jul 2020 10:21 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda

Adidas kerjasama dengan Kanye West luncurkan Yeezy Boost 350. West menerima dana bantuan dari pemerintah AS menyelamatkan usahanya.

Adidas kerjasama dengan Kanye West luncurkan Yeezy Boost 350. West menerima dana bantuan dari pemerintah AS menyelamatkan usahanya.

Foto: Youtube
Angka penjualan Yezzy sangat anjlok selama pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jenama fashion Kanye West, Yeezy, dilaporkan menjadi salah satu penerima pinjaman dana bantuan Program Perlindungan Paycheck (PPP). Program ini dibentuk pada Maret oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) guna membantu usaha kecil mempertahan karyawan dalam daftar gaji mereka selama pandemi Covid-19.

Berkolaborasi dengan Nike, rapper miliarder itu meluncurkan Yeezy pada 2009. Dikabarkan Mirror, Selasa (7/7), dilaporkan bahwa angka penjualan Yezzy sangat anjlok selama pandemi dan itu berdampak pada hampir 160 karyawannya.

Terlepas dari status keuangannya, West telah beralih ke program pemerintah AS untuk mengamankan sekitar 2 juta dolar AS hingga 5 juta dolar AS, demi menjamin kesejahteraan karyawannya. Hal itu diungkap dalam rilis resmi Administrasi Bisnis Kecil (SBA) AS pada Senin.

PPP didirikan untuk membantu kesejahteraan pekerja di perusahaan dan organisasi nirlaba dengan kurang dari 500 karyawan terdampak selama penguncian dan pandemi Covid-19. Daftar yang dirilis SBA memberikan data akuntan detail tentang perusahaan yang mengajukan pinjaman dan mana saja yang disetujui untuk menerima dana.

Beberapa perusahaan produksi Hollywood juga mengajukan permohonan bantuan PPP setelah pembuatan film dihentikan pada pertengahan Maret dan membuat puluhan ribu pemain dan kru kehilangan pekerjaannya.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA