Sunday, 1 Jumadil Awwal 1443 / 05 December 2021

Sunday, 1 Jumadil Awwal 1443 / 05 December 2021

Akhiri Tugas Dubes, Rusdi Kirana Pamit ke Raja Malaysia

Senin 06 Jul 2020 18:01 WIB

Red: Nur Aini

Rusdi Kirana

Rusdi Kirana

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Rusdi Kirana akan mengakhiri tugas dubes RI di Malaysia pada 9 Juli 2020

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Dubes RI di Kuala Lumpur Rusdi Kirana didampingi istri Iesien Rusdi Kirana pamit ke Raja Malaysia atau Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah dan istri Tunku Hajah Azizah Aminah Maimunah Iskandariah di Istana Negara, Kuala Lumpur, Senin (6/7).

Istana Negara dalam pernyataannya mengatakan Rusdi Kirana secara resmi telah bertugas sebagai Duta Besar Republik Indonesia ke Malaysia yang ke-16 pada 17 Agutsus 2017 dan bakal mengakhiri penempatannya di Malaysia dan direncanakan pulang ke Indonesia pada 9 Juli 2020.

Baca Juga

Al-Sultan Abdullah menghargai peran Rusdi Kirana sepanjang tugasnya sebagai Duta Besar Republik Indonesia ke Malaysia khususnya saat lawatan Negara Seri Paduka Baginda berdua ke Jakarta dan Yogyakarta pada 26 – 29 Agustus 2019. Rusdi Kirana juga telah mengkoordinasikan beberapa lawatan penting seperti kunjungan resmi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo ke Malaysia pada 8 – 9 Agustus 2019 dan kunjungan resmi Perdana Menteri Malaysia ke-7, Tun Dr. Mahathir Mohamad ke Indonesia pada 28 – 29 Juni 2018.

Al-Sultan Abdullah mengatakan bahwa Indonesia adalah sahabat yang akrab dan tetangga yang penting. Menurutnya, Malaysia amat gembira jalinan hubungan diplomatik kedua-dua negara sejak 63 tahun yang lalu kini sudah menjadi begitu istimewa, harmoni serta berada pada tahap tertinggi di semua peringkat.

Raja Malaysia mengatakan bahwa sebagai dua negara bertetangga yang dekat dan pendiri ASEAN, Malaysia akan terus komitmen untuk memperkukuh hubungan dan kerja sama dengan Indonesia ke tahap yang lebih komprehensif. Dia turut mengharapkan agar kerja sama yang ada khususnya dalam hubungan ekonomi bilateral dapat dikukuhkan dan usaha ke arah integrasi ekonomi ASEAN dapat dicapai selaras dengan pembentukan komunitas ASEAN.

Seri Paduka Baginda turut menyentuh isu-isu bilateral yang lain seperti kerja sama dalam menangani dampak Covid-19, repatriasi rakyat kedua negara, pendirian Community Learning Center di Malaysia, pemeliharaan dan kesejahteraan nelayan kedua negara serta kerja sama investasi dan perdagangan. Al-Sultan Abdullah menyatakan kepentingan bagi kedua negara untuk meningkatkan kerjas ama dalam bidang investasi dan perdagangan agar potensi penuh kedua negara dalam sektor ekonomi dapat dicapai.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA